Jadi Penopang Ekonomi Nasional, Kemenperin Genjot Kinerja Industri Mamin Lewat Teknologi

0
462
Industri Pangan
Industri makanan dan minuman. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Dinilai sebagai sektor strategis, Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan utilisasi industri makanan dan minuman (mamin) melalui pemanfaatan teknologi untuk terjaga produktivitas dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar selama masa pandemi Covid-19.

“Pandemi ini cukup memberikan dampak signfikan bagi industri nasional. Untuk itu, tantangan ini harus dimanfaatkan supaya re-booting bagi kemajuan sektor manufaktur nasional, termasuk industri mamin,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi dalam keterangannya, pada Kamis, 26 November 2020.

Menurutnya, industri mamin masih konsisten menjadi salah satu penopang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah hantaman pandemi Covid-19, pada triwulan III tahun 2020, industri mamin mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB industri pengolahan nonmigas dengan nilai 39,19%.

“Aktivitas penelitian dan pengembangan harus menjadi aktor kunci dalam strategi kemandirian industri nasional untuk menciptakan inovasi, reindustrialisasi, dan peningkatan investasi,” kata Doddy. Dalam hal ini, peran Balai Besar Industri Agro (BBIA), salah satu unit litbang Kemenperin di Bogor, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri mamin nasional dalam menghadapi tantangan dari imbas pandemi.

“Kami mendorong BBIA menjadi key driver dalam penguatan ekosistem industri pangan melalui layanan jasa teknis seperti konsultasi, rancang bangun dan perekayasaan industri serta kerja sama kegiatan litbang,” jelas Doddy.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan mengoptimalkan ekosistem industri 4.0 melalui platform SINDI 4.0 untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antara pemangku kepentingan pelaksana transformasi industri 4.0 di Indonesia.

“SINDI 4.0 merupakan platform digital yang di dalamnya berisi seluruh organisasi maupun institusi yang mampu menciptakan inovasi-inovasi di bidang industri 4.0,” ucapnya.

“Contohnya adalah BPPI menunjukkan dukungan penerapan industri 4.0 dengan memperkuat kolaborasi antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro BPPI dengan IKM Nira Satria dan Fraunhofer Institute for Process Engineering and Packaging IVV, Jerman,” lanjut Doddy.

Perlu di ketahui, melalui platform SINDI 4.0, Kementerian Perindustrian berupaya untuk meningkatkan sinergi dengan menghubungkan pemerintah, konsultan, akademisi, peneliti dan pelaku industri untuk dapat mendukung transformasi teknologi, mulai dari efisiensi manufaktur hingga segi pemasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here