Pentingnya Koordinasi Semua Pihak dalam Reformasi Agraria

0
305
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: BAPPENAS

(Vibizmedia-Nasional) Capaian reformasi agraria diharapkan dapat mewujudkan program Indonesia sejahtera dengan mendorong program kepemilikan tanah seluas 9 juta hektar.

Pelaksanaan reforma agraria dilakukan melalui penyediaan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial. Untuk penyediaan sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) ini, termasuk didalamnya melalui pelepasan kawasan hutan; Pelaksanaan redistribusi tanah, termasuk untuk pengembangan kawasan transmigrasi; Pemberian sertifikat tanah (legalisasi), termasuk untuk kawasan transmigrasi yang penempatan sebelum tahun 1998; dan Pemberdayaan masyarakat penerima TORA.

Target retribusi aset untuk Pelepasan kawasan hutan TORA yang telah ditetapkan sebesar 4.1 juta hektare. Hingga bulan September 2019, capaian dari program pelepasan kawasan hutan untuk TORA sudah mencapai 2,6 juta hektare atau 63% dari target yang telah ditetapkan.

Melihat perkembangan reformasi agraria ini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 Desember 2020, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyiapkan beberapa rekomendasi usulan percepatan pelepasan kawasan hutan untuk TORA yang pertama ialah pelepasan ini seharusnya masuk ke dalam percepatan penataan kawasan hutan yang tertuang dalam RPP turunan UU Cipta Kerja

Kedua, mengingat keterbatasan sumber daya manusia di KLHK, maka proses pelepasan kawasan hutan untuk TORA (inventarisasi, verifikasi, perubahaan batas kawasan hutan, dan penetapan) dapat dialihkan atau dilimpahkan ke Kementerian ATR/BPN—yang memiliki juru ukur hingga level kabupaten.

Ketiga, Pelepasan kawasan hutan untuk TORA dapat diintegrasikan dengan proses revisi atau penyusunan RTRWP/RTRWK secara utuh atau tidak parsial. Hal ini juga mengakomodasi proses pendekatan bottom up dengan melibatkan masyarakat/desa untuk memastikan program pelepasan kawasan hutan dapat berlangsung sesuai esensi dan tujuan utama Reforma Agraria.

Sekali lagi, koordinasi menjadi kunci keberhasilan dari reforma agraria ini. Jika hanya mengandalkan satu kementerian atau lembaga saja, tentunya tidaklah menghasilkan sesuatu yang efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here