PUPR Tata DAS Tukad Unda, Kawasan Pariwisata Bali Rawan Banjir

0
412
Penataaan dan Normalisasi Daerah Aliran Sungai Tukad Unda, Bali oleh Kementerian PUPR. FOTO: PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Untuk mengurangi risiko bencana banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Bali – Penida memulai pekerjaan pembangunan prasarana pengendali banjir bagian hilir Tukad Unda, di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, Bali.

Program tersebut dilakukan melalui penataan dan normalisasi sungai yang akan memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Unda, yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir.

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” jelas Basuki dalam keterangannya, Selasa, 1 Desember 2020.

Perlu di ketahui, DAS Tukad Unda melintasi sejumlah Kabupaten yaitu Kabupaten Klungkung dan Karangasem yang terdiri dari Tukad Telagawaja, Tukad Yeh Sah, Tukad Kaon, Tukad Petandakan, Tukad Panti dan Tukad Sabuh, dengan luas DAS sebesar 230,92 kilometer persegi dan panjang sungai utama 22,56 kilometer. Pekerjaan senilai Rp240,5 miliar ditargetkan selesai pada Desember 2022.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here