Tahun 2021 Pemulihan dan Kebangkitan Indonesia

0
1561

(Vibizmedia-Kolom) Tahun 2020, merupakan tahun yang tidak mudah bagi Indonesia dan seluruh negara di dunia, hantaman pandemi Covid 19 membuat kontraksi ekonomi yang dalam. Kondisi ini masih memerlukan penangangan dan kementrian keuangan memperkirakan tahun 2021 adalah tahun pemulihan dan reformasi, Kemenkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai angka 5%. APBN menjadi instrument utama untuk segera merespons dampak pandemic, mendukung pemulihan, serta menjaga reformasi ke depan. Tahun 2021 akan menjadi tahun akselerasi pemulihan dan reformasi. Tahun 2021 juga menjadi momentum untuk reformasi penguatan fondasi.

Baca selengkapnya : Tahun 2021 Pemulihan Dan Reformasi Indonesia

Dalam pandangan analis Vibiz Research Center, di tahun 2021 ini dapat diekspektasikan adanya pemulihan pada sejumlah sektor dan memicu percepatan pemulihan ekonomi nasional. Vaksinasi kemungkinan dapat menjadi pemicu yang kuat, apalagi dengan Presiden telah menetapkan sebagai gratis bagi rakyat Indonesia. Dengan terdorongnya keyakinan konsumen, maka mobilitas dan aktivitas masyarakat -yang sudah meningkat- akan semakin bertambah lagi peningkatannya. Tingkat konsumsi dengan demikian akan berputar lebih cepat dan mendorong perekonomian dalam negeri.

Baca selengkapnya:Outlook Ekonomi Indonesia 2021: Prospektif Menembus Tantangan Pandemi

Vibiz Media Network telah melakukan review dan memberikan pandangan atau outlook 2021 secara sektoral yang terbagi pada beberapa segmen berikut ini. UMKM, Properti, Ritel, Energi listrik, Pariwisata.

Strategi UMKM 2021, Tantangan dan Peluang Menuju Digitalisasi 4.0

Kondisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan peran pemerintah untuk bertahan hidup. Untuk selamat dari pandemi, UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi agar usaha terus berjalan.

Dalam hal ini Kemenkop telah menyiapkan dua skema yang juga sejalan dengan program Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN).

  1. Memperkuat UMKM yang sudah bankable atau terintegrasi dalam sistem perbankan, skemanya seperti restrukturisasi pinjaman, insentif pajak, mempermudah akses pembiayaan dan modal kerja baru, termasuk pembiayaan koperasi.
  2. Memperkuat UMKM yang unbankable atau belum terintegrasi dalam sistem perbankan yang disokong melalui bansos dan banpres. Disini diperlukan bekal bagi usaha mikro untuk bisa bertransformasi masuk ke skema yang bankable.

Era pandemi yang ‘memaksa’ semua orang untuk lebih banyak tinggal di rumah, mengharuskan pelaku usaha menyikapi pola berbelanja yang makin dipercepat menuju digitalisasi.

Memasuki 2021 maka para pelaku usaha UMKM perlu pendampingan untuk segera menyesuaikan usahanya dengan yang serba digital termasuk proses pembayaran. Menurut data Bank Indonesia hingga saat ini baru 13% UMKM yang berbasis digital.

Strategi berikutnya adalah memanfaatkan bonus demografi khususnya kaum milenial yang relative lebih cepat mengadopsi hal-hal yang bersifat digital dan menyukai usaha entrepreneur, untuk bergabung dalam kelompok pelaku usaha UMKM.

Baca selengkapnya:Outlook UMKM 2021, Pandemi Covid-19 Dorong Percepatan UMKM Go Digital

Industri Properti Indonesia; Siap untuk Bangkit

Memasuki tahun 2021, kebangkitan dari sektor properti akan dapat terlihat. Terutama yang akan relatif lebih cepat pemulihannya adalah bisnis perumahan dan industri. Di tahun 2021 sebagian besar bisnis perumahan dan industri kemungkinan sudah mengalami peningkatan, dan di tahun 2022 diharapkan sudah pulih new normal. Sementara sektor perhotelan, perkantoran dan retail akan memerlukan waktu lebih panjang untuk pemulihannya. Ini tergantung juga ketersediaan faktor-faktor penentu yang dapat mendorong kebangkitan sektor.

Pertumbuhan Tahunan Penjualan Rumah (%, YOY)

Sumber: BI, 12-11-2020

Baca selengkapnya: Industri Properti Indonesia: Review dan Outlook 2021; Siap untuk Bangkit

Bisnis Ritel : Digitalisasi Dan Konsumen In-Home

Pandemi membuat transaksi perdagangan online meningkat pusat, saat ini transaksi online telah terjadi deepening dan widening. Kalau pembelian makanan saat ini bukan saja makanan jadi tapi konsumen sudah membeli bahan makanan, hingga sayuran, beras, bahkan hingga benih, pohon sayurnya menjadi produk yang diburu oleh konsumen, inilah deepening. Tapi bukan itu saja, pembelian makanan pun bervariasi, dari produk makanan cepat saji, sekarang berbagai produk bertaburan untuk tetap konsumen berbelanja, inilah widening. Kondisi ini dipercepat dengan berbagai promo yang dilakukan sehingga belanja secara online menjadi pilihan pembeli.

Sumber: AC Nielsen

Penutupan restoran dan peraturan stay at home menyebabkan peningkatan konsumsi dalam rumah (in-home consumption). Kategori makanan dan minuman, terutama yang mudah rusak, mengalami pertumbuhan yang kuat karena konsumen meningkatkan alokasi anggaran bulanan mereka untuk makanan dan minuman di rumah.

Baca selengkapnya: Outlook 2021 Bisnis Ritel : Digitalisasi Dan Konsumen In-Home

Menyongsong Era Energi Bersih Dan Mobil Listrik

Menarik perhatian pada saat ini adalah bertumbuhnya pasar kendaraan listrik, ini mengubahkan wajah sektor energi listrik yang lebih ramah lingkungan. Penting untuk energi listrik mempersiapkan lebih banyak produksi energi bersih dan yang terbarukan, untuk konsumsi pasar yang besar ini. Indonesia memiliki sumber yang sangat besar untuk energi terbarukan dan energi bersih, percepatan bisa dilakukan mengingat sekarang ini tidak sulit untuk mengimplementasikan pembangunannya dan ketersediaan modal lebih banyak karena keinginan untuk membangun clean energy. Inovasi untuk rumah banyak dilakukan oleh digitalisasi, dimana otomatisasi dalam rumah dilakukan oleh applikasi untuk pemakaian energi yang lebih efisien. Inovasi energy storage telah berkembang sehingga energi listrik tidak terbuang percuma dalam setiap peralatan yang digunakan. Dalam less contact society bertumbuh juga digital channel untuk penjualan produk dan jasa perusahaan. Perkembangan ini perlu diperhatikan oleh sektor energi listrik dalam melakukan pemasaran produknya.

Sumber: Mckinsey

 

Baca selengkapnya: Outlook Energi Listrik 2021: Menyongsong Era Energi Bersih Dan Mobil Listrik

Pariwisata Bersih, Sehat Dan Less Crowd

Contactless tourism business sekarang ini adalah pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, dimulai dari merencanakan liburan, pemesanan tiket, pemilihan hotel, hingga semua kelengkapan wisata harus diciptakan mengadopsi teknologi touch less, dalam satu aplikasi.

Langkah pertama untuk mengurangi penurunan tersebut adalah dengan mengembangkan pariwisata domestik untuk mengkompensasi sebagian dari hilangnya pendapatan internasional. Untuk memanfaatkannya, Indonesia dapat mulai memasarkan tempat wisata yang kurang terkenal kepada khalayak domestik, setelah aman untuk bepergian. Inisiatif semacam itu dapat mendorong orang Indonesia untuk melakukan perjalanan singkat di dalam negeri untuk menemukan dan menjelajahi situs-situs semacam itu untuk menghilangkan kelelahan akibat lockdown.

Baca selengkapnya : Outlook Industri Pariwisata 2021 : Pariwisata Bersih, Sehat Dan Less Crowd

Berjuang di tengah pandemi dengan konsep staycation

Sejak pandemi berlangsung, sebagian besar hotel di seluruh dunia terus berjuang untuk tetap dapat beroperasi walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini tidak mudah. Lalu apa yang dapat diharapkan ketika para wisatawan manca negara enggan untuk melakukan perjalanan jauh untuk berlibur? Harapan tertumpu pada para wisatawan lokal. Berbagai hotel pun berlomba-lomba menawarkan harga termurah demi mendapatkan tamu. Hal ini bersambut ketika masyarakat merasakan kejenuhan dan mulai mencari hiburan. Maka konsep staycation pun menjadi sebuah konsep murah meriah yang mulai diminati banyak orang.

Hal ini tentu saja menolong pemulihan industri pariwisata. Hotel-hotel mulai menawarkan berbagai konsep staycation yang menarik dengan harga murah dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Konsep staycation sebenarnya bukan baru saja muncul, tetapi menjadi marak ketika industri pariwisata menangkap adanya kebutuhan dari masyarakat untuk relaksasi sejenak setelah harus stay at home selama berbulan-bulan. Perpaduan antara stay dan vacation, menjadikan staycation tidak harus berada jauh dari rumah, malah beberapa orang sengaja memilih menginap di lokasi yang masih terbilang dekat dengan rumah sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya yang relatif mahal termasuk tidak perlu mengeluarkan biaya tiket pesawat. Tetapi mereka dapat merasakan sebuah suasana liburan.

Pertambahan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada beberapa bulan terakhir ini adalah sebuah perkembangan yang positif. Juga termasuk mereka yang pada survei yang dilakukan oleh Wego, sebanyak63 persen responden telah menjawab harapannya untuk dapat segera melakukan perjalanan.

Namun nampaknya perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi akan tetap menjadi yang diminati pada semester pertama tahun 2021 mengingat faktor kemudahan dan kenyamanan sambil tetap dapat menjaga jarak dengan orang lain. Mereka yang memutuskan untuk berlibur akan memilih tempat-tempat yang dapat terjangkau melalui perjalanan darat. Apalagi baru saja Menteri Luar Negeri Retno Marsudi lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/12/2020) mengumumkan adanya larangan masuk sementara untuk Warga Negara Asing ( WNA) dari seluruh negara ke Indonesia pada 1-14 januari 2021 sehingga perjalanan ke dan dari luar negeri tentu saja akan mengalami pembatasan.

Baca selengkapnya :Staycation akan Semakin Diminati

Perubahan peta bisnis akan terjadi pada tahun 2021, pandemi ini menciptakan industri dan bisnis yang baru. Di tahun 2021 kita akan menghadapi pergeseran karena pandemi membuat ekonomi dan bisnis juga mengalami perubahan, dalam analogi presiden Jokowi seperti computer yang di reset ulang. Vaksin merah putih menjadi game changer untuk membangkitkan ekonomi, bisnis dan industri. Vaksin akan membuat masyarakat kembali melakukan konsumsi dan perekonomian kembali menggeliat. Selain upaya pemerintah untuk tetap melakukan stimulasi dari sisi demand dan supply tetap akan dilakukan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here