Tol Langit Palapa Ring Merajut Solidaritas Nusantara

0
432
Pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika. FOTO: YOUTUBE PRESIDEN JOKO WIDODO

(Vibizmedia-Kolom) Pandemi Covid 19 membuat pembatasan terjadi untuk mencegah penyebaran virus lebih luas. Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak menjadi syarat untuk virus Covid 19 tidak menyebar kemana-mana. Memasuki tahun 2021 pembatasan ini masih diperlukan mengingat tingkat kasus positif yang terus meningkat. Namun pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun ini tidak boleh membuat Nusantara kehilangan ikatan persaudaraan sekalipun tidak ada pertemuan.

Bukan sebuah kebetulan bahwa diakhir tahun 2019, tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2019 Presiden Jokowi meresmikan Palapa Ring. Tol Langit demikian disebut oleh Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin waktu debat capres dan cawapres tahun 2019. Tol Langit sempat menjadi gurauan banyak orang, namun Jokowi dan Ma’ruf Amin terbukti benar. Proyek Palapa Ring kini menjadi penghubung yang cepat di seluruh 514 kabupaten kota di Indonesia. Tol Langit dapat segera menghubungkan Jakarta dengan Kabupaten Asmat dalam hitungan mendekati “real time”. Tol langit ini membuat sekejab saja, kita seolah bisa berada dengan saudara-saudara di Tahuna yang berjarak sangat jauh dari Jakarta. Lewat video call, chatting dan banyak jalur komunikasi kita bisa bertukar informasi.

Terbukanya jalur informasi cepat ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Ribuan kepulauan Nusantara sekejab dapat terhubung satu dengan yang lain. Kehadirannya tepat di waktu yang sangat istimewa, yaitu beberapa bulan sebelum terjadinya pandemi yang membuat sunyi di seluruh dunia. Tol langit Palapa Ring membuat koneksi pembicaraan bisa sangat stabil dengan mereka yang jauh. Kita bisa menghubungi mereka yang ada di Puncak Ilaga Papua dari Jakarta dengan suara yang jernih. Nelayan bisa mendapatkan jaringan untuk berbicara dengan pedagang ikan di pasar semasa dia masih di tengah laut. Tol Langit Palapa Ring menjadikan informasi masuk ke tempat-tempat yang tidak mudah terjangkau. Terbukanya sebuah jalan seperti ini adalah kekuatan untuk menjadikan Nusantara saling mendukung. Informasi apa yang terjadi di puskesmas di Kabupaten Asmat dapat kita terima langsung, lengkap dengan foto atau bahkan video yang terjadi. Membuat pertolongan dan dukungan dapat diberikan.

Pendidikan jarak jauh memungkinkan dilakukan pada saat ini, memang belum sempurna namun Tol Langit menemukan guru dan murid sekalipun berada di tempat yang jauh. Perusahaan-perusahaan yang sekarang memiliki jalur distribusi di seluruh Nusantara juga tidak berhenti untuk beroperasi karena Tol Langit mendekatkan produsen dengan konsumen. Informasi yang cepat merupakan keberuntungan bagi Indonesia di tengah pandemi ini. Keluarga dapat tetap bersilatuhrami dan saling menguatkan. Pengetahuan tetap dapat disampaikan kepada anak-anak Indonesia. Perusahaan-perusahaan tetap dapat bekerja sekalipun sebagian besar karyawan di rumah. Pemerintahan tetap berjalan, komunikasi pusat dan daerah berjalan seperti biasa. Hubungan ekonomi tidaklah menjadi putus, malahan produsen dapat menemui konsumen langsung tanpa perantara. Malahan sekarang yang terpenting adalah bahwa Tol Langit Palapa Ring menyatukan Nusantara yang begitu beragam menjadi satu. Kita tidak terpisahkan sekalipun tidak bertemu, tepat kalau dikatakan bahwa Tol Langit Palapa Ring merajut kebhinekaan Indonesia, berbeda-beda tetapi satu. Tepat namanya Palapa Ring, seperti sumpah Patih Gajah Mada, yang tidak akan makan buah Palapa sebelum Nusantara bersatu. Maju terus Indonesiaku!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here