Investasi, Teknologi & SDM; Pilar Utama Pertumbuhan Industri Nasional

0
97
Ilustrasi Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi adalah program strategis wujud peran pemerintah menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, yang juga berfungsi untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar siap bersaing.

Pada awal tahun 2021, diklat tersebut dilakukan secara serentak di tujuh Balai Diklat Industri (BDI).

“Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM berkualitas seiring adanya momentum bonus demografi yang perlu kita manfaatkan,” jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Kick Off Diklat 3 in 1 Serentak di 7 BDI secara virtual, Selasa, 12 Januari 2021.

Agus menegaskan era revolusi industri 4.0 yang sedang berjalan saat ini menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital.

“Untuk itu, diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” terangnya.
Diklat 3in1 telah didesain spesifik pada keterampilan tertentu yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Pelaksanaan pelatihan mulai dari penyiapan kurikulum, praktik pembelajaran hingga penempatan kerja telah dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan industri dan asosiasi industri,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan Diklat 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri.

“Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilisasi industri dapat kembali meningkat. Pada Desember 2020, utilisasi industri mulai merangkak pada level 61,1%, yang sebelumnya sempat menurun di sekitaran 50% karena pandemi Covid-19,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here