Atasi Bed Occupancy Ratio, Satgas Covid-19 Minta Daerah Koordinasi dengan Pusat

0
91
Ilustrasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit. FOTO: KEMENKES

(Vibizmedia-Nasional) Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan tingginya tingkat keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan ICU pada rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 harus diatasi segera oleh pemerintah daerah. Terutama pada provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali yang mendominasi urutan teratas keterpakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) tertinggi dengan persentase keterpakaian diatas 70 persen. Meskipun, selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali pergerakannya masih terlihat fluktuatif.

“Kita harus bersatu-padu menekan angka penularan untuk mencegah lumpuhnya sistem kesehatan secara keseluruhan, baik karena tempat tidur yang sudah terisi penuh ataupun akibat tenaga kesehatan yang sudah kewalahan memberikan pelayanan,” tegas Prof Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 secara virtual dari Gedung BNPB, Kamis, 21 Januari 2021.

Dari data keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 pada 34 provinsi didominasi daerah di pulau Jawa. Bahkan dari 7 provinsi teratas dengan angka keterpakaian tempat tidur lebih dari 70 persen, 5 diantaranya berada di Pulau Jawa. Yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Untuk provinsi di luar Jawa yaitu di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

“Hal ini menunjukkan bahwa, provinsi-provinsi di Pulau Jawa, memiliki kasus aktif yang cukup tinggi. Sehingga, semakin meningkatkan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Khusus selama masa PPKM Jawa dan Bali, meski terlihat tingkat keterisiannya fluktuatif, namun dapat dikatakan masih dalam kondisi yang rawan. Ada 2 provinsi di Pulau Jawa-Bali yang menunjukkan perkembangan ke arah yang positif yaitu Jawa Tengah dan Bali karena telah menyentuh angka BOR dibawah 70 persen.

“Namun, BOR di Jawa Tengah dan Bali masih belum rendah dari 50 persen, sehingga masih tergolong rawan dalam hal ketersediaan tempat tidur bagi pasien baru,” ungkapnya.

Selain Bali dan Jawa Tengah, provinsi lain dengan tingkat keterpakaian tempat tidur di angka 50 – 69 persen yakni Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Provinsi-provinsi ini disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus, dengan melakukan upaya antisipasi semaksimal mungkin.

Melihat tingginya angka keterpakaian tempat tidur ini, para pimpinan daerah untuk berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat. Agar dapat menambah kapasitas bed dengan mengkonversi ruangan pelayanan kesehatan umum menjadi ruang pelayanan khusus Covid-19.

“Serta menambah jumlah tenaga kesehatan dengan membebaskan syarat kepemilikan surat tanda registrasi (STR) untuk praktek, dan upaya-upaya lain tentunya,” ucap Wiku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here