Pemerintah Petakan dan Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi bagi UMKM Disabilitas

0
431
Ilustrasi penyandang disabilitas. FOTO : VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengungkap hasil Survei Cepat Dampak Covid-19 bagi penyandang disabilitas yang dilaksanakan Jaringan DPO bersama Mahkota pada April 2020, salah satunya yaitu menyebutkan sebagian besar penyandang disabilitas mengalami penurunan pendapatan lebih dari 70% sejak pandemi.

“Oleh sebab itu diperlukan pemetaan dan analisisi lebih dalam terhadap dampak Covid-19 serta strategi pemulihan ekonomi bagi UMKM disabilitas,” ungkap Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK Togap Simangunsong, pada Selasa lalu, 9 Februari 2021.

Berdasarkan data, jumlah penyandang disabilitas dilihat dari umur dan jenis kelamin pada tahun 2015 mencapai sekitar 21,84 juta orang. Hampir setengah dari penyandang disabilitas di Indonesia juga merupakan disabilitas ganda.

Sementara masih berdasarkan hasil survei, 80% penyandang disabilitas bekerja di sektor nonformal mikro kecil dan menengah. Sebagian dari mereka yang terdampak besar secara ekonomi belum dapat mengakses bantuan-bantuan yang tersedia, selain itu juga penyandang disabilitas dianggap tidak cakap hukum sehingga tidak dapat mengakses literasi keuangan.

“Melalui hasil pertemuan rapat ini, diharapkan kita bisa mendapatkan solusi untuk dapat membantu para penyandang disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19 terutama dari sisi ekonomi,” kata Togap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here