Berhasil Memutus Perkara Terbanyak Sepanjang Sejarah, Presiden Puji Mahkamah Agung

0
331
Presiden Joko Widodo membuka Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2020 secara virtual dari Istana Negara, pada Rabu, 17 Februari 2021. FOTO: BPMI

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung (MA) berhasil melakukan putusan penanganan perkara tahun 2020 terbanyak sepanjang sejarah MA, dengan tidak mengurangi kualitas dari putusan tersebut.

“Jumlah perkara yang diterima terbanyak dalam sejarah, perkara yang diputus juga terbanyak sepanjang sejarah. Tentu ini bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas putusan,” tegas Jokowi dalam Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2020 secara virtual, pada Rabu, 17 Februari 2021.

Selain itu, upaya MA dalam memperluas penerapan e-Court dan e-Litigation dalam penanganan perkara juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Pemerintah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada upaya yang dilakukan oleh Mahkamah Agung untuk memperluas implementasi e-Court dan e-Litigation pada perkara pidana, pidana militer, dan jenayah. Dan peningkatan versi direktori putusan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap MA dapat terus meningkatkan kualitas aplikasi e-Court.

“Saya berharap Mahkamah Agung terus meningkatkan kualitas aplikasi e-Court, termasuk standardisasi kewajiban para pihak, pemeriksaan saksi dan ahli secara daring, salinan putusan atau e-Verdict juga perluasan aplikasi e-Court untuk perkara-perkara perdata yang sifatnya khusus,” terangnya.

Sementara, dalam mengurangi disparitas atau perbedaan dalam putusannya. Ia meminta agar MA dapat menjadi lembaga peradilan yang dipercaya masyarakat.

“Sebagai benteng keadilan, Mahkamah Agung dapat mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor, melalui keputusan-keputusan yang mengurangi disparitas pemidanaan. Dengan kinerja dan reputasi yang semakin baik, Mahkamah Agung dapat menghasilkan putusan-putusan landmark decision dalam menggali nilai-nilai dan rasa keadilan masyarakat sehingga lembaga peradilan menjadi lembaga yang semakin terpercaya,” ungkap Presiden.

Perlu diketahui, beban perkara pada tahun 2020 ada sebanyak 20.761 perkara yang terdiri dari perkara masuk sebanyak 20.544 perkara dan sisa perkara tahun 2019 sebanyak 217 perkara. Dari jumlah tersebut, Mahkamah Agung berhasil memutus sebanyak 20.562 perkara dan sisa perkara tahun 2020 sebanyak 199 perkara. Sisa perkara tersebut adalah yang terendah sepanjang sejarah berdirinya Mahkamah Agung. Rasio produktivitas Mahkamah Agung tahun 2020 adalah sebesar 99,04 persen atau lebih tinggi dari indikator kinerja utama yang ditetapkan Mahkamah Agung yaitu sebesar 70 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here