Produksi GeNose C19 Didukung oleh DJBC Yogyakarta

0
101
(Photo: Kemenkeu)

(Vibizmedia-Nasional) Produksi alat deteksi Covid-19 GeNose C19 didukung oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yogyakarta. Alat deteksi buatan asli Indonesia ini diproduksi oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Bea Cukai akan berusaha mendukung produksi GeNose C19 dengan memberikan fasilitas percepatan layanan importasi bahan baku yang dibutuhkan. Terlebih lagi, ini adalah produksi anak negeri” ungkap Hengky Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta saat berkunjung ke UGM Science Technopark, lokasi produksi alat deteksi GeNose C19.

Produksi GeNose C19 dilakukan oleh 5 Konsorsium, yaitu PT Nanosense, PT Hikari Solusindo, PT YPTI, PT Stechoq Robotika Indonesia, dan PT Swayasa.

Hengky Aritonang menjelaskan untuk memproduksi GeNose C19, PT Stechoq mengimpor beberapa bahan baku dari luar negeri, antara lain micro pump dan valve pneumatic. Sedangkan PT Hikari mengimpor komponen elektronis dan sensor. Kegiatan assembly final dilakukan oleh PT Swayasa di UGM Science Technopark.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here