Industri Mamin Indonesia Terobos Pasar Kawasan Teluk dan Timur Tengah

0
66
Paviliun RI di Pameran Gulffood 2021, Dubai, 21 sd 25 Feb (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Industry) Upaya mendorong produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia untuk masuk ke pasar luar negeri terus dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Salah satunya, dengan ikut serta pada pameran Gulfood 2021 di Dubai World Trade Centre, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 21—25 Februari 2021.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kasan, mengatakan pameran ini merupakan ajang promosi produk (mamin) Indonesia dengan memanfaatkan kemeriahan Expo 2020 Dubai.

“Uni Emirat Arab adalah hub bagi Kawasan Teluk dan Timur Tengah. Sebagai pasar potensial, nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke UEA pada 2020 tercatat sebesar US$89,42 juta, atau meningkat 27,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kasan dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2021).

Gulfood merupakan pameran tahunan bergengsi dan bertaraf internasional terbesar di UEA. Pada 2020, pameran ini diikuti lima ribu peserta dari 120 negara dan dikunjungi 92.902 pengunjung/buyer dari 186 negara.

Sekitar 59 persen pengunjung berasal dari Amerika dan Asia, selebihnya adalah pengunjung lokal. Pada gelaran tahun ini, 15 perusahaan Indonesia turut berpartisipasi.

“Meskipan pandemi belum sepenuhnya berakhir, Kemendag ingin memanfaatkan momen awal tahun dan menjelang gelaran Expo 2020 Dubai untuk menggebrak pasar produk mamin unggulan Indonesia yang dapat berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor di Kawasan Teluk dan Timur Tengah,” jelas Kasan.

Mengusung tema “Trade with Indonesia” Paviliun Indonesia menempati Zona World Food Hall Syeikh Rashid. Paviliun Indonesia merupakan hasil kerja sama Ditjen PEN dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dan Konsulat Jenderal RI di Dubai.

Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT Monde Mahkota Biskuit (biscuit dan wafer), Cahaya Kencana (makanan ringan), PT Niramas Utama (olahan nata de coco), PT Sinar Sosro (teh olahan), Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (kopi), CV Mahorahora Bumi Nusantara (rempah-rempah), Regal Springs (produk perikanan), PT United Family Food (permen), Maher Indonesia Group (minyak kelapa dan gula kelapa), Fruta Agonas (buah segar).

“Melalui promosi dagang ini, diharapkan dapat menggaungkan partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai sehingga berperan maksimal dalam menjangkau negara-negara di k awasan Teluk dan Timur Tengah,” jelas Kasan.

Lima tahun terakhir (2016—2020), tren ekspor makanan olahan Indonesia ke UEA tumbuh sebesar 6,23 persen. Ekspor komoditas tersebut pada 2020 mencapai USD89,42 juta. Lima produk makanan olahan yang diekspor ke UEA dengan nilai tertinggi selama periode tersebut adalah kakao, ekstrak kopi, rempah, minyak sayur, dan kembang gula. Sementara pada 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke UEA mencapai US$1,23 miliar. Lima produk ekspor Indonesia ke UEA dengan nilai tertinggi pada periode tersebut, yaitu kelapa sawit dan turunannya, perhiasan, kendaraan, baja, serta telepon genggam.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here