Indeks PMI Februari 2021 Melambat, Bagaimana Saham Emiten Manufaktur

0
247
Kawasan Industri
Ilustrasi kawasan industri. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia – IDX Stocks) – IHS Markit mengumumkan angka purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Indonesia untuk bulan Februari 2021 sebesar 50,9. Pencapaian ini menandai PMI manufaktur Indonesia berada di level ekspansi selama 4 bulan berturut-turut.

Meskipun aktivitas manufaktur kembali mencetak level di atas 50,yang artinya masih berada di level ekspansif, indeks PMI ini melambat dari PMI Manufaktur Januari 2021 yang berada di angka 52,2.

Mengikuti pergerakan indeks saham sektor manufaktur terlihat mengalami penurunan untuk hari ini, Rabu (3//3), sebesar 0.34%. Dan untuk sepanjang tahun ini (year to date) juga mengalami koreksi sebesar 2.27% seperti yang telihat pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), dan untuk dua belas bulan terakhir mengalami perlambatan sebesar 1.72 persen.

Indeks sektoral yang berhubungan dengan manufaktur adalah indeks sektor barang konsumsi, yang juga terkoreksi sebesar 0.38% hari ini dan untuk sepanjang tahun 2021 ini telah anjlok 6.12% dan untuk selama 12 bulan terakhir melemah sebesar 5.53 persen. Indeks sektor barang-barang konsumsi menjadi sektor yang mengalami pelemahan terdalam diantara indeks sektoral lainnya.

Turunnya indeks sektor manufaktur banyak dipengaruhi oleh saham-saham big cap. Sebagai contoh, saham PT Astra International Tbk (ASII) yang merupakan konstituen terbesar di sektor manufaktur telah mengalami koreksi sebesar 6.97% pada sepanjang tahun 2021 ini meskipun untuk hari ini mengalami lonjakan harga sebesar 1.79% atau 100 poin ke harga Rp.5675 dibandingkan harga penutupannya kemarin di harga Rp.5575 per lembar.

Demikian juga dengan saham CPIN milik PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, telah mengalami koreksi sebesar 2.30% pada tahun ini meskipun hari ini mengalami penguatan sebesar 1.19% atau 75 poin ke harga Rp.6375 per lembar.

Saham milik PT Gudang Garam Tbk, GGRM juga telah terkoreksi cukup dalam di sepanjang tahun ini yakni sebesar 10.19%. Dan untuk hari ini juga mengalami pelemahan sebesar 1% atau 375 poin ke harga Rp.37000 dari harga penutupannya kemarin yaitu di harga Rp.37375 per lembar.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here