Program Rehabilitasi Mangrove Nasional diresmikan Menko Luhut

0
318
(Photo: Kemenko Marves)

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut B. Pandjaitan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove pada hari Rabu (03/03) di Desa Tanjung Pasir, Tangerang Banten. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono, serta pejabat daerah provinsi Banten turut mendampingi Menko Luhut dalam acara tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara kick off rehabilitasi mangrove tahun 2021. Lokasi Kick Off penanaman mangrove secara nasional pada tahun 2021 berlokasi di kawasan Hutan Lindung, yang dikelola Perum Perhutani, tepatnya di wilayah KPH Banten, BKPH Serang, RPH Tangerang.

Pada awal acara, Menko Luhut menyampaikan bahwa luas hutan mangrove Indonesia sebesar 3,31 juta hektar dan merupakan 20 persen dari luas mangrove dunia. Namun, teridentifikasi 600.000 hektar diantaranya kritis. Dengan demikian target rehabilitasi mangrove pertahun adalah seluas 150 ribu hektar dan program ini merupakan yang terbesar di dunia. “Simbolis penanaman mangrove ini menandakan bahwa mulai hari ini kita semua harus bergerak cepat untuk mengejar target rehabilitasi mangrove tahun ini seluas 150 ribu hektar,” demikian ditegaskan Menko Luhut.

Menko Luhut juga sampaikan bahwa mangrove memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama melindungi dari dampak perubahan iklim. Mangrove dapat menahan ombak besar karena angin kencang dan tsunami. Mangrove memiliki potensi penyimpanan karbon yang besar dan daapt diperjualbelikan. Kawasan Mangrove juga dapat dinanfaatkan melalui pengembangan ekominawisata. Produk mangrove pun dapat diolah untuk dikonsumsi ataupun dijual sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat.

Selain itu kelebihan mangrove lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia adalah kemampuannya untuk menyerap dan menyimpan karbon 4 kali lebih besar dari hutan tropis lainnya. “Hutan di Indonesia termasuk mangrove mampu menyimpan karbon sekitar 75% dari rata-rata simpanan karbon dunia, dan itu bisa kita perjualbelikan untuk meningkatkan pendapatan negara, asalkan mangrove ini dijaga dengan baik” Menteri Luhut sampaikan dalam sambutan terakhirnya.

Masalah lingkungan ini sangat diperhatikan Presiden Joko Widodo dan telah ditetapkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove melalui Perpres Nomor 120/2020 untuk melaksanakan rehabilitasi mangrove di 9 provinsi serta meminta Menteri Luhut untuk mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait antara lain KLHK, KKP, dan Kemendes PDTT serta mendorong pihak non pemerintah untuk dapat menyelesaikan rehabilitasi lahan kritis mangrove di seluruh provinsi selama 4 tahun kedepan dengan mengacu kepada one map mangrove nasional.

Sejak beberapa tahun lalu rehabilitasi mangrove telah dilakukan Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pembinaan terhadap pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan oleh masyarakat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK dan KKP. Upaya besar-besaran penanaman mangrove dalam waktu singkat sampai dengan 2024 sejalan dengan visi pembangunan Presiden Jokowi, untuk pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan membangun seraya memulihkan lingkungan. Bukan tugas yang mudah tapi bisa dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here