Pandemi Covid-19 Sangat Berdampak Pada Perempuan

0
120
(Photo: Kemenkeu)

(Vibizmedia-Nasional) Pandemi Covid-19 benar-benar mempengaruhi kehidupan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan di Indonesia. Terutama bagi perempuan, Covid-19 sangat berkaitan dengan aktivitas perekonomian yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan rumah tangga, dimana perempuan banyak yang menjadi penggerak maupun bekerja di bidang tersebut, demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Diskusi Panel Women’s World Banking Virtual Conference “Call to Action: Reaching Financial Equality For Women”, Senin (8/3).

“Jadi kami memberikan dukungan bantuan dari pemerintah karena kami tahu bahwa virus corona tidak hanya mempengaruhi aktivitas ekonomi, namun juga menciptakan beban yang sangat besar di tingkat rumah tangga dan itu berarti perempuan akan memikul sebagian besar beban itu,” Menkeu menambahkan lagi.

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan Women’s World Banking, Bank Dunia, Better Than Cash Alliance dan United Nations Capital Development Fund ini, lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahkan sebelum Covid-19, perempuan juga memiliki kondisi yang tidak mudah dalam hal akses keuangan. Mereka jauh lebih sulit untuk mengakses permodalan baik terutama dari perbankan atau lembaga keuangan formal. Mereka juga kurang melek finansial apalagi jika digabungkan dengan teknologi digital .

“Jadi ketika kita semua mengerti bahwa dengan covid dan kendala untuk berinteraksi secara fisik, maka Anda harus go digital maka ini menjadi tantangan yang semakin meningkat bagi seorang wanita. Jadi bagaimana kita akan benar-benar kemudian membantu perempuan agar mereka dapat memiliki akses permodalan, pemahaman literasi keuangan dan memiliki keterampilan untuk memahami aplikasi digital dan kemudian mereka akan dapat menggunakannya. Saya pikir ini semua adalah tantangan yang kami hadapi,” dia ungkapkan.

Menkeu menambahkan, pemerintah berupaya sebaik mungkin untuk memulihkan perekonomian. Diantaranya dengan cara mempermudah akses kepada perbankan, memberikan akses modal atau restrukturisasi pinjaman termasuk subsidi bunga, memberikan bantuan kepada usaha ultra-mikro dan usaha kecil menengah, serta memperkenalkan literasi keuangan serta pemahaman tentang aplikasi digital.

“Begitu pula dengan aktivitas ekonomi, sehingga banyak aktivitas yang harus berubah kepada platform digital. Jadi bagi kami ini adalah kesempatan yang sangat penting bagaimana mengkonversi beberapa program sosial, yang masih konvensional menjadi digitalisasi. Teknologi digital berlaku tidak hanya untuk perlindungan sosial. Namun kami juga mendukung langsung banyak usaha kecil menengah, yang banyak dimiliki oleh perempuan dan justru mayoritas tenaga kerja mereka adalah perempuan. Jadi ini sangat penting,” Menkeu menutup sambutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here