Menristek Bambang Brodjo: Pendistribusian Vaksin Merah Putih Tidak Perlu Suhu Terlalu Dingin

0
308

Wawancara eksklusif Vibiz Media dengan Menristek Prof. Bambang Brodjonegoro membahas rencana distribusi vaksin Merah Putih. Kemenristek telah memikirkan untuk ke depannya bagaimana pelaksanaannya.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Prof. Bambang Brodjonegoro menegaskan kita akan mengikuti sistem distribusi yang sudah ada yang berbasis platform vaksinnya. Sinovac, AstraZeneca menggunakan pendingin biasa yaitu suhu 2-8°C yang cukup banyak di Indonesia. Moderna dan Pfizer membutuhkan pendingin bersuhu minus 70°C yang sangat langka di Indonesia.

Pengembangan vaksin Merah Putih dengan berbagai platform diupayakan nantinya distribusinya mengikuti fasilitas yang ada. Mengadakan pendingin vaksin dalam jumlah besar akan mahal sekali dan akan makan waktu. Penekanan lebih kepada vaksin compatible dengan sistem pendingin yang ada.

Dunia internasional dengan vaksin m-RNA dan DNA yang memerlukan pendingin yang lebih dingin dari yang lainnya tetap terus melakukan rekayasa, agar nantinya pendinginnya bisa yang tidak terlalu mahal, yaitu memerlukan pendingin yang masih minus tapi tidak sampai minus 70°C melainkan di minus 20°C sampai minus 30°C.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here