Pendistribusian Vaksin Merah Putih Tidak Perlu Suhu Terlalu Dingin

0
269

(Vibizmedia – Nasional) Indonesia adalah negara kepulauan yang besar yang memiliki  17.504 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah 273,9 juta penduduk yang menempati urutan keempat terbesar dunia maka ini merupakan tantangan tersendiri untuk menyelesaikan vaksinasi pada seluruh penduduk Indonesia.

Untuk vaksinasi gelombang pertama ini ditargetkan 180 juta penduduk akan selesai divaksinasi dalam kurun waktu 15 bulan, sesuai dengan keterangan Kemenkes. Sebagaimana kita ketahui, vaksinasi telah dimulai pada tanggal 13 Januari 2021 dengan Presiden Jokowi sebagai penerima vaksin pertama. Apabila 180 juta penduduk ini sudah tervaksinasi maka akan tercapailah Herd Immunity, yaitu kekebalan kelompok. Herd immunity ini akan menghentikan laju penyebaran virus dalam suatu populasi. Sisa yang belum tervaksin yaitu 93.9 juta orang lagi direncanakan akan menggunakan vaksin Merah Putih yang kini sedang terus dikejar untuk dapat didistribusikan pada tahun 2022.

Pada wawancara eksklusif Vibiz Media dengan Menristek Prof. Bambang Brodjonegoro, saat Vibiz Media menanyakan tentang rencana distribusi vaksin Merah Putih, maka Kemenristek juga sudah memikirkan untuk ke depannya bagaimana pelaksanaannya.  Berikut ini adalah apa yang disampaikan oleh Menristek Prof. Bambang Brodjonegoro

“Kita akan mengikuti sistem distribusi yang sudah ada yang berbasis platform vaksinnya. Sinovac, AstraZeneca menggunakan pendingin biasa  yaitu suhu 2-8 C yang cukup banyak di Indonesia. Moderna dan Pfizer membutuhkan pendingin bersuhu minus 70C yang sangat langka di Indonesia.

Pengembangan vaksin Merah Putih dengan berbagai platform diupayakan nantinya distribusinya mengikuti fasilitas yang ada. Mengadakan pendingin vaksin dalam jumlah besar akan mahal sekali dan akan makan waktu. Penekanan lebih kepada vaksin compatible dengan sistem pendingin yang ada.

Dunia internasional dengan vaksin m-RNA dan DNA yang memerlukan pendingin yang lebih  dingin dari yang lainnya tetap terus melakukan rekayaasa agar nantinya pendinginnya bisa yang tidak terlalu mahal, yaitu memerlukan pendingin yang masih minus tapi tidak sampai  minus 70 C melainkan di minus 20 C sampai minus 30 C. “

Sebagaimana kita ketahui minus 20 C adalah suhu kulkas yang regular yang masih memungkinkan untuk diadakan di Indonesia. Namun memang saat ini untuk Indonesia yang paling tepat adalah menggunakan fasilitas yang sudah ada. Dengan demikian platform vaksin yang didahulukan pastilah yang lebih mudah untuk didistribusikan kelak kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here