Kemendes Tetapkan 3 Prioritas Anggaran Dana Desa Tahun 2021

0
282
Ilustrasi program dana desa. FOTO: KEMENTERIAN DESA PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyampaikan kebijakan pembangunan desa di tengah pandemi Covid-19 pada tahun 2021 dilakukan melalui tiga fokus anggaran dana desa.

Pertama pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, yang terdiri dari pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes/BUMDesma, penyediaan listrik desa, dan ketiga pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes/ BUMDesma.

Kedua, program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa yang meliputi pendataan Desa, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan Desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa, dan desa inklusif. Kemudian yang ketiga adalah prioritas dana desa tahun 2021, adaptasi kebiasaan baru yaitu Desa Aman Covid-19.

Menurut Budi, dengan disahkannya UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, maka BUMDes menjadi badan hukum. BUMDes menjadi investasi penting bagi desa untuk dapat terus menerus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Fungsi BUMDes adalah konsolidasi dan pemasaran produk desa,” terangnya saat menjadi pembicara kunci dalam webinar yang digelar GMKI secara virtual, pada Rabu, 17 Maret 2021.

Tercatat, sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, BUMDes telah berkontribusi meningkatkan PADes hingga Rp1,1 triliun. Budi menegaskan bahwa pengembangan BUMDes menjadi salah satu upaya penting dalam rangka rebound ekonomi desa tahun ini. Pemanfaatan Dana Desa untuk berkeadilan dalam pandemi Covid-19 ini diarahkan ke Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk 8.045.861 keluarga atau 39.263.802 jiwa. ODP di ruang isolasi desa sebanyak 191.610 jiwa. Total pemanfaat langsung dana desa 2020 per 30 Desember 2020 sebanyak 42.753.453 Jiwa atau 36,23% warga desa lapisan bawah.

“Program Padat Karya Tunai Desa dirasakan manfaatnya sebanyak 3.298.041 jiwa,” kata Budi.

Perlu diketahui, akumulasi jumlah BUMDes sampai tahun 2020, sudah ada 51.134 desa yang sudah mendirikan BUMDes. Tahun 2015-2020 dana desa yang dialokasikan untuk modal BUMDes mencapai Rp4,2 triliun, dan PADes dari BUMDes tahun 2015-2020 mencapai Rp1,1 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here