Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja dan Bandara Pantar di Kabupaten Alor

0
415
Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Toraja dan Bandara Pantar di Kabupaten Alor dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis, 18 Maret 2021. FOTO: BPMI

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis, 18 Maret 2021 meresmikan Bandar Udara Buntu Kunik di Tana Toraja dan sekaligus Bandara Pantar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur secara virtual.

Dalam peresmian tersebut, ia mengungkapkan bahwa hampir setiap enam bulan selalu menanyakan kepada Menteri Perhubungan kapan bandara, kapan airport di Tana Toraja ini selesai.

“Kok tidak rampung-rampung dan akhirnya hari ini (Kamis) bisa kita resmikan dan sudah beroperasi, kita patut bersyukur Alhamdulilah,” ucap Presiden saat meresmikan bandara tersebut.

Menurut Presiden, Bandara Toraja yang ia resmikan memiliki landasan pacu sepanjang 2.000 meter.

“Saya tadi tanya Pak Menteri, habisnya berapa ini bandara? Rp800-an miliar, karena harus memotong 3 bukit, tanah yang harus dibuang dari sana ada 6 juta meter kubik, bandara ini memang unik sekali memotong 3 bukit sehingga runwaynya bisa dibangun,” jelas Presiden.

Presiden mengatakan bahwa masyarakat Toraja dari Makassar jika melewati jalur darat harus menempuh waktu 9 jam.

“Tadi saya coba dengan ATR 50 menit,” terangnya.

Artinya mobilitas orang, mobilitas barang akan ada kecepatan, dan kita harapkan dengan dibukanya bandara di Tana Toraja ini, nanti konektivitas akan semakin baik, pariwisata di sini saya meyakini akan berkembang. Untuk melihat Negeri di Atas Awan, melihat Kete Kesu, melihat Pango-Pango, saya sendiri pernah sekali ke sini, tapi belum lihat ini semua, ini juga tidak tahu bisa lihat ini atau tidak” lanjutnya.

Selain meresmikan Bandara Toraja, Presiden juga sekaligus meresmikan secara virtual Bandara Pantar yang terletak di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, keberadaan Bandara Pantar sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Alor, juga ketika cuaca lewat laut kurang bersahabat, bisa menggunakan bandara tersebut.

Bandara Pantar mulai dibangun tahun 2014 dengan runway sepanjang 900×30 meter.

“Dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here