BNPB Ajak Pemkot Padang Bangun Ketahanan Daerah, Minimalisir Risiko Bencana

0
204
Plt Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr Raditya Jati mengunjungi Gedung Putih Rumah Kediaman Wali Kota Padang, pada Rabu, 31 Maret 2021. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut pemerintah daerah memiliki peran penting dalam hal mitigasi dan pencegahan bencana.

Dalam rangka penguatan mitigasi dan pencegahan bencana di Kota Padang, Plt Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati sampaikan apabila Kota Padang dan seluruh daerah rawan bencana di Indonesia memiliki konsep terhadap resilliensi atau membangun ketahanan daerahnya, tentu risiko bencana dapat diminimalisir seminim mungkin. Baik itu risiko terhadap dampak korban jiwa, warga terdampak, kerugian sosial ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan lain sebagainya.

“Kita akan memperkuat upaya-upaya apa yang harus dilakukan. Baik itu dalam hal komitmen, kebijakan, perencanaan, anggaran, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di daerah. Seperti kali ini bagi Kota Padang,” jelas Raditya Jati saat mengunjungi Gedung Putih Rumah Kediaman Wali Kota Padang, pada Rabu,31 Maret 2021.

“Maka itu, melalui pertemuan ini kita ingin menyuarakan semangat bagaimana mendorong setiap kepala daerah untuk memiliki komitmen yang kuat. Sehingga terbentuklah daerah yang siap menghadapi segala bentuk bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut Raditya yang juga menjabat Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB tersebut mengungkapkan apresiasinya kepada Pemko Padang terkait upaya mitigasi yang telah dilakukan. Terutama dalam hal simulasi dan edukasi bencana yang masif dilakukan di samping pembangunan infrastruktur pendukung dalam mewujudkan Padang tangguh bencana.

“Semoga dengan itu, mulai dari pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana semua warga di Kota Padang diharapkan telah siap dan mampu menyelamatkan diri sesuai arah dan petunjuk yang telah ditentukan. Kita tahu Padang ataupun Sumatera Barat memiliki banyak risiko bencana,” ucapnya.

Melihat letak geografis Kota Padang, daerah ini memiliki risiko terkena megathrust, gempa dan tsunami yang cukup besar. Dibutuhkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintahnya terhadap bencana untuk meminimalisir dampak dari risiko tersebut. Apabila upaya yang dilakukan itu berhasil, maka Kota Padang bahkan Provinsi Sumatera Barat dapat dijadikan percontohan sebagai daerah tanggap bencana bagi daerah rawan bencana lainnya di Indonesia, terang Raditya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here