GeNose Mulai Diterapkan di 2 Bandara Angkasa Pura I Pada Awal April

0
173
(Photo: Kemen BUMN)

(Vibizmedia-Nasional) Angkasa Pura Airports akan mulai menggunakan layanan alat deteksi Covid-19 GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB) pada Kamis 1 April 2021, sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor: SE 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Covid-19 yang telah dirilis pada Rabu 31 Maret 2021.

Bagi calon penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB), dihimbau tidak mengandalkan layanan GeNose C-19 sebagai salah satu syarat penerbangan mengingat akan keterbatasan kapasitas pemeriksaan GeNose C-19. Selain itu, calon penumpang yang berencana menggunakan layanan GeNose C-19 di kedua bandara tersebut juga diharapkan dapat memperhatikan waktu operasional layanan, waktu kedatangan di bandara, dan prosedur layanan tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memberikan layanan kebandarudaraan terbaik pada masa adaptasi kebiasaan baru, terutama dalam memberikan tambahan layanan alat deteksi Covid-19 GeNose C-19 di bandara. Namun kami juga perlu menyampaikan bahwa kapasitas layanan GeNose C-19 pada tahap awal ini masih terbatas. Oleh karena itu, untuk menjaga ekspektasi calon penumpang dan menghindari penumpukkan antrean di dua bandara itu, kami menghimbau calon penumpang untuk memperhatikan beberapa hal. Beberapa di antaranya yaitu diharapkan calon penumpang untuk tidak bertumpu dan mengandalkan layanan GeNose C-19 saja karena keterbatasan kapasitas pemeriksaan mesin GeNose C-19 setiap jamnya. Selain itu, untuk menghindari penumpukan antrean, calon penumpang yang akan menggunakan layanan GeNose di bandara dianjurkan dapat tiba di bandara 3 sampai 4 jam sebelum waktu keberangkatan,” disampaikan oleh Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

Harga layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB) sebesar Rp40.000. Sebagai informasi, kapasitas pemeriksaan 1 mesin GeNose C-19 yaitu dapat melakukan sebanyak 10-12 pemeriksaan kantung udara yang berisi hembusan napas dalam 1 jam dan membutuhkan waktu istirahat 1 jam setelah mesin bekerja 8 jam.

Layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) memiliki waktu operasional yaitu pukul 04.00 – 19.00 WIB di mana disediakan 5 mesin GeNose C-19 sehingga kapasitas pemeriksaan tiap jamnya sebanyak 50 pemeriksaan atau 700 pemeriksaan selama 14 jam waktu operasional (1 jam digunakan untuk waktu istirahat mesin). Sedangkan rata-rata trafik keberangkatan di Bandara Internasional Yogyakarta per harinya sebanyak 1.800-an penumpang.

Untuk waktu operasional layanan GeNose C-19 di Bandara Juanda Surabaya yaitu pukul 11.00 – 19.00 WIB di mana untuk bandara ini disediakan sebanyak 10 mesin GeNose C-19 sehingga kapasitas pemeriksaan tiap jamnya sekitar 100 pemeriksaan kantung udara atau 800 pemeriksaan selama 8 jam waktu operasional. Sedangkan rata-rata trafik keberangkatan di Bandara Juanda per harinya sebanyak sekitar 6.000 penumpang per hari.

Melihat akan keterbatasan ini, maka calon penumpang dihimbau tidak hanya mengandalkan layanan tes Covid-19 GeNose C-19, tapi juga bisa tetap menggunakan layanan tes swab Antigen dan PCR untuk menghindari penumpukkan antrean. Bagi calon penumpang yang ingin menggunakan layanan GeNose di bandara, diharapkan dapat tiba di bandara 3 hingga 4 jam sebelum waktu keberangkatan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi penumpukkan antrean layanan GeNose C-19 di bandara. Kami mengerahkan sejumkah petugas khusus di lapangan yang merupakan gabungan petugas dari penyedia layanan Farmalab, Angkasa Pura Supports sebagai mitra penyedia layanan, dan petugas bandara kami. Petugas kami juga sejak awal berupaya mengidentifikasi potensi terjadinya penumpukkan. Ketika teridentifikasi potensi itu, petugas kami akan langsung mengarahkan calon penumpang yang awalnya ingin memggunakan layanan GeNose ke layanan Antigen atau PCR,” demikian disampaikan oleh Faik Fahmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here