Buntu Liarra, Mamasa, Pesona Negeri di Atas Awan

0
150
(Photo: Isak/VM)

(Vibizmedia-Gaya Hidup) Indahnya memandang hamparan awan putih dari ketinggian puncak gunung. Demikianlah yang akan kita temukan di Buntu Liarra, Mamasa, Sulawesi Barat.

Dari destinasi favorit wisatawan lokal dan asing ini maka kita dapat memandang kebesaran Tuhan dan keajaiban alam ciptaanNya. Tak akan habis pasti kita mengaguminya..

(Photo: Isak/VM)

Eksotisme sinar matahari berpadu dengan pantulan cahayanya pada langit biru menjadi pemandangan menakjubkan yang memperlihatkan kebesaran Tuhan yang menciptakan segala keindahannya.

(Photo: Isak/VM)

Untuk menggapai keindahannya diperlukan perjuangan yang penuh dengan tantangan. Jadi benar-benar harus persiapkan diri dengan baik juga segala perlengkapan, makanan, minuman dan logistik lainnya. Lebih seru pastinya jika berangkat bersama tim atau komunitas.

Nah, untuk memulai perjalanan maka kita dapat memulainya dari kota Mamasa. Rutenya cukup jauh yaitu sekitar 6-7 jam melalui jalur Maros lalu dilanjutkan sampai ke Polewali Mandar dan siapkan stamina sebab kita masih akan menempuh jarak sekitar 93 km. Wah, luar biasa rute perjalanannya.

Lokasi berikutnya yang harus dituju adalah desa Sindagamanik. Diperlukan waktu 45 menit perjalanan dari Mamasa. Lalu tentu saja untuk naik ke puncak harus ditempuh dengan pendakian. Disini perlu tenaga ekstra dan tekad yang kuat supaya bisa berhasil dalam pendakian ke puncak.

Untuk kenyamanan maka kendaraan pengunjung biasanya diparkir disekitar rumah warga setempat. Tak perlu diragukan lagi pastinya mereka sangat ramah dan baik kepada setiap pengunjung yang datang.

Sekalipun cukup sulit perjalanan untuk menuju ke puncak tapi dijamin kita akan terhibur sebab kita akan melihat dan melalui kebun-kebun penduduk setempat yang begitu asri. Setidaknya diperkirakan waktu untuk mencapai ke puncaknya sekitar 1 jam. Pastinya sangat seru dan penuh tantangan tapi juga menyenangkan..

Jadi bagaimana, apakah kita kasih punya tekad kuat untuk menjelajahinya? Bagi para wisatawan yang berjiwa petualang pasti akan maju terus dan justru kesulitan yang ada membuat semakin semangat untuk mencapainya..

(Photo: Isak/VM)

Semua akan terbayarkan saat kita mencapai puncak di saat fajar menyingsing sambil menyerutup secangkir kopi atau teh hangat sambil mensyukuri segala keajaiban karya Sang Khalik di ketinggian bersama dengan putihnya hamparan awan-awan..

Tania Tobing/Journalist/VM
Editor : Endah Caratri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here