Keterbatasan Suplai Vaksin COVID-19, Menkes Akan Atur Ulang Laju Vaksinasi

0
132
Pelaksanaan vaksin kepada Lansia (Foto: Kemenkes RI)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam media resmi Kemenkes diberitakan bahwa kecepatan vasksinasi COVID-19 tidak akan secepat sebelumnya karena adanya embargo di beberapa negara produsen vaksin.

Hal ini dikarenakan terjadi lonjakan ketiga kasus aktif COVID-19 di banyak negara Eropa, beberapa negara di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di di Amerika Selatan seperti Brazil, sehingga negara-negara produsen vaksin di lokasi tersebut mengarahkan agar produksi vaksin mereka tidak boleh diekspor, tetapi hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

Tentunya hal ini mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Akibatnya jumlah vaksin yang sebelumnya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing sejumlah 15 juta dosis atau total 30 juta dosis , maka hanya bisa tersedia 20 juta dosis.

“Kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya. Karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,” jelas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Tetapi Menkes tetap beharap agar dapat dilakukan negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin. Sehingga ia berharap pada bulan Mei bisa kembali normal sehingga bisa melakukan vaksinasi dengan kecepatan seperti sebelumnya yang terus meningkat.

Untuk itu Budi menjelaskan bahwa terkait dengan keterbatasan suplai vaksin, maka prioritas penerima vaksinasi akan diatur berdasarkan risiko terpapar.

Data yang ada di Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10% nya Lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100% yang meninggal maka 50% nya adalah Lansia.

“Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman kita di atas 60 tahun itu berisiko tinggi. Kalau kita lihat yang masuk rumah sakit yang wafat untuk non Lansia hanya sekitar 10% dari total yang masuk, tapi kalau Lansia hampir tiga kali lipat,” tegas Budi.

Oleh karena itu dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April ini akan diarahkan untuk disuntikkan kepada Lansia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here