Review Mingguan Harga Kopi, Kakao dan Gula

0
152

(Vibizmedia – Commodity) – Harga gula, kakao dan kopi pada minggu ini mengalami penurunan karena lockdown terjadi di Brazil dan Eropa sehingga restoran dan kafe ditutup, sehingga permintaan kopi, coklat dan gula mengalami penurunan, demikian juga untuk pengirimannya mengalami masalah kendaraan pengangkut berkurang.

Pada penutupan pasar hari Jumat 9 April 2021  harga soft commodities    mixed, dengan harga kopi Arabika turun ke harga terendah empat minggu dan  harga kopi Robusta  turun,  karena permintaan turun akibat lockdown di Eropa, harga gula  di New York  naik ke harga tertinggi 1 ½ bulan karena cuaca kering kembali berlangsung di Brazil  ,  harga gula di ICE London  naik , 10%  tanaman bit rusak karena ladang bit membeku di Perancis  dan  harga kakao  turun  karena permintaan kakao di Amerika Utara  naik di bawah perkiraan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun sehingga harga kopi Arabika kembali ke harga terendah 4 minggu. Harga kopi turun karena tekanan permintaan kopi berkurang karena lockdown terjadi di Eropa.

Harga gula pada hari Jumat naik ke harga tertinggi 1 ½ bulan karena cuaca kering kembali melanda Brazil sehingga curah hujan dibawah rata-rata. Sementara di Perancis ladang bit beku sehingga 10% dari tanaman gula bit rusak.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun, karena data kuartal 1 dari the National Confectioners Association untuk Amerika Utara naik 2% dari tahun lalu menjadi 117,956 MT  dibawah perkiraan2.5% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York pada hari Jumat turun $3.55 (2.68%) menjadi  $129.15 dan harga kopi Robusta Mei di ICE London 0.66%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2020/21 ( Oktober – September)  naik 1.9%   dari tahun lalu menjadi    896   juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi  629 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di  2020/21    akan menjadi surplus  tertinggi 3 tahun di   258 juta kantong dari  perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021  diperkirakan akan turun   32% dari tahun lalu menjadi 7.49 juta kantong dari 10.99 juta kantong di 2020 menurut Brazil Cooxupe coop.
  • Ekspor kopi Brazil di Oktober – Februari naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 52.81 juta kantong.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong
  • Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta  kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
  • Produksi kopi Arabika global di  Oktober –  Januari naik  7% menjadi   41.876   juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di  Januari – Maret turun 2021 turun  17% dari tahun lalu menjadi   428,000 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs
  • Persediaan kopi hijau di AS pada bulan  Maret  turun  9% dari bulan lalu dan 5.7% dari tahun lalu menjadi 5.679 juta kantong  menurut The Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $   127 dan berikut ke  $125 sedangkan resistant pertama di $ 134  dan berikut ke $ 136.

 GULA

Harga gula Mei di ICE New York naik 34 sen (2.08%) menjadi $16.72 dan harga gula putih Agustus naik 1.51%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit   8  MMT   dari surplus  900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat  9% dari tahun lalu menjadi  9 MMT  menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association
  • Produksi gula Thailand di 2021/ 22 diperkirakan akan naik menjadi 8.8 MMT dari 7.57 MT menurut Green Pool Commodity Specialis.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.00 dan berikut ke $15.80 sedangkan resistant pertama di $16.70  dan berikut ke $17.00

KAKAO

Harga kakao Mei di ICE New York turun $5 (0.21%) menjadi $2,408 perton dan harga kakao di London turun 0.25%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu  menjadi 4. 843  MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan  naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT   menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT  di 2019/20 menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,400 dan berikut ke $2,380 sedangkan resistant pertama di $2,510 dan berikut ke $2, 560.

 Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here