Kemenperin Pacu Tech Startup Ciptakan Perangkat Pertanian Terintegrasi

0
145
Ilustrasi revolusi industri 4.0 di sektor pertanian. FOTO: PEMPROV NTB

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai wujud nyata implementasi program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian terus mendorong peran perusahaan rintisan bidang teknologi (tech startup) guna percepatan transformasi digital di sektor industri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menegaskan pihaknya telah memiliki program pembinaan untuk pelaku startup di dalam negeri melalui gelaranStartup4industry sejak tahun 2018.

“Dari ajang tersebut, kami menemukan banyak talenta dan startup yang luar biasa, serta patut untuk diperkenalkan secara global,” ujar Gati dalam keterangannya, Senin, 19 April 2021.

Salah satu startup Indonesia yang mengikuti program Startup4industry dan telah sukses dikenal kancah dunia, yakni Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB).

“Wujud nyata kebanggaan kita bersama adalah berhasilnya MSMB meraih Hermes Startup Award tahun 2020 di Hannover Messe, walaupun di tengah pandemi. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menunjukkan prestasi di tingkat internasional, termasuk di negara tempat lahirnya industri 4.0,” ucap Gati.

Hingga kini, MSMB terus berinovasi untuk menciptakan hardware dan software berbasis teknologi digital. Salah satu terobosan barunya adalah mendukung sektor pertanian yang terintegrasi, dengan menciptakan perangkat pendukung kegiatan pertanian di Indonesia. Upaya yang berkolaborasi dengan berbagai ahli ini diharapkan dapat menopang produktivitas sektor industri agro.

Contohnya, dengan implementasi Internet of Things (IoT) di tiap perangkat, sensor mampu mengirim data ke server secara real time. Semua data dari sensor IoT pada inovasi MSMB diolah menjadi informasi yang akurat dan digunakan untuk menentukan perlakuan yang tepat dan sistem pemeliharaan yang sesuai dengan data yang disajikan secara real time di dalam masing-masing aplikasi.

“MSMB menawarkan solusi berbasis teknologi untuk mengatasi beragam permasalahan keamanan pangan serta mampu menghadirkan dampak sosial positif yang dapat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Gati. Menurutnya, konsep pertanian masa depan akan mengarah pada penerapan dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tani serta pemasaran produk pertanian melalui e-commerce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here