Waskita Karya: Sesuai Kebijakan Asset Recycling, Jual 30% Saham Tol Medan Kualanamu

0
124

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk, pemilik saham dengan kode WSKT sebagai Badan Usaha Milik Negara mengemban peran ganda sebagai agen pembangunan bangsa yang terus berkontribusi bagi pengembangan infrastruktur tanah air, serta sebagai badan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah para pemangku kepentingan.

Untuk dapat menjalankan kedua peran tersebut, Waskita menggunakan strategi Asset Recycling atau Daur Ulang Aset.

Director of Business Development & QSHE Waskita Karya Fery Hendriyanto mengatakan, Waskita Karya merupakan pengembang infrastruktur jalan tol terbesar di Indonesia.
“Model bisnis jalan tol Waskita berbeda dengan perusahaan operator jalan tol, Waskita menciptakan value dengan daur ulang aset lewat proses investasi, konstruksi dan divestasi,” jelas Fery.

Sejak tahun 2014, Waskita mulai berinvestasi pada ruas-ruas jalan tol melalui akuisisi badan usaha jalan tol ataupun lewat tender investasi yang diadakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Pada puncaknya, portofolio jalan tol Waskita mencakup 18 ruas dengan total panjang mencapai 1.031 KM, di mana 15 ruas terletak di Pulau Jawa dan 3 ruas sisanya terletak di Pulau Sumatera. Waskita Karya juga terlibat dalam konstruksi pembangunan tol-tol tersebut.

“Dengan investasi tol, Waskita juga mendorong pertumbuhan kinerja lini bisnis lainnya, yaitu jasa konstruksi dan manufaktur beton pra-cetak,” lanjutnya.

Setelah ruas tol selesai dibangun dan telah beroperasi secara penuh maupun sebagian, Waskita Karya akan menawarkan ruas tol tersebut kepada investor atau partner strategis yang berminat lewat proses divestasi.

Sejalan dengan kebijakan daur ulang asset, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) dan Kings Ring Ltd. telah menandatangani kesepakatan jual beli 30% saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 miliar. JMKT merupakan badan usaha jalan tol pemegang konsesi ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Acara penandatanganan diselenggarakan pada Kamis (22/4) pukul 13.30 WIB bertempat di lantai 21 gedung Kementerian BUMN, Jakarta. WTR diwakili oleh Septiawan Andri Purwanto selaku Direktur Utama, sementara Kings Ring Ltd. diwakili oleh Fung Tat Sun Patrick selaku CEO dari Road King Expressway. Turut hadir pula President Director Waskita Destiawan Soewardjono.Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Kings Ring Ltd. merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway (RKE). RKE merupakan salah satu investor jalan tol dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kawasan Asia Timur. Ini bukan kali pertama Waskita Karya menjalin kerjasama dengan RKE.
Pada tahun 2019, Waskita Karya melepas 40% saham pada ruas Solo-Ngawi dan ruas Ngawi-Kertosono kepada Kings Key Ltd, salah satu anak usaha RKE.

Destiawan mengungkapkan bahwa transaksi divestasi ini merupakan langkah awal dari program divestasi sembilan ruas tol yang direncanakan oleh Waskita tahun ini. “Beberapa ruas lain masih dalam proses negosiasi dan dalam tahap studi oleh investor,” terang Destiawan.

Program divestasi ruas tol sejalan dengan strategi Waskita Karya untuk meningkatkan kinerja dengan asset recycle. Sebagai pengembang jalan tol terbesar di Indonesia, Waskita menciptakan value lewat proses investasi, konstruksi dan divestasi. Melalui divestasi Waskita memperoleh dana segar dari investor serta dapat mengembalikan kapasitas pendanaan lewat dekonsolidasi utang investasi jalan tol.

Waskita Karya akan mengalokasikan dana segar dari hasil divestasi untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, serta digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi proyek infrastruktur lainnya.

Sebagai informasi, JMKT didirikan pada tahun 2014 dan berhasil memenangkan lelang pengusahaan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang ditetapkan pada 4 September 2014. Ruas sepanjang 61,7 km tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2016, sementara nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp 4,9 triliun.

Kalau kita melihat pergerakan saham WSKT, maka hari ini dibuka di harga Rp.1070 per lembar, sama dengan harga penutupannya kemarin.

Kemudian bergerak turun naik di rentang 1060 – 1080, namun kemudian ditutup kembali sama dengan harga penutupannya kemarin yakni di harga Rp.1070 per lembar.
Jumlah saham yang diperjualbelikan ada sebanyak 16.53 juta lembar dengan nilai Rp.17.66 miliar. Nilai market kapitalisasi saham ini mencapai Rp.14.52 triliun. Dan nilai PER nya adalah – 1.97 kali.

Untuk satu pekan terakhir ini, saham WSKT menguat sebesar 5.42% namun telah terkoreksi sebesar 25.69% di sepanjang tahun 2021 ini.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here