BI: Likuiditas Perekonomian Tetap Menunjukkan Pertumbuhan Positif

0
182

(Vibizmedia – Nasional) Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2), pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

“Posisi M2 pada Maret 2021 sebesar Rp6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3 persen (yoy),” kata Erwin dalam siaran pers pada Jumat (23/4/2021).

Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponen yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6 persen (yoy).

Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9 persen (yoy) pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1 persen.

Jika ditinjau berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Maret 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih, perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, serta penurunan kredit. Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 7,9 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2021 sebesar 11,5 persen (yoy).

Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 42,0 persen (yoy), lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 50,8 persen (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] terkontraksi 4,0 persen (yoy), lebih dalam dari kontraksi 2,3 persen (yoy) pada Februari 2021.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemkominfo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here