BEI: Akan Ubah Metodologi Bobot Konstituen Indeks Saham Menjadi Free Float

0
149

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Bursa Efek Indonesia akan mengubah metodologi penyesuaian bobot konstituen di indeks-indeks saham secara bertahap menjadi berdasarkan free float.

Hal itu mulai berlaku pada Juni 2021 hingga Mei 2022. Perhitungan indeks saham berdasarkan free float disebut lebih dapat menggambarkan kondisi pasar yang sesungguhnya dibandingkan perhitungan kapitalisasi pasar.

Definisi free float dalam pembobotan indeks adalah total saham scriptless yang dimiliki oleh investor dengan kepemilikan kurang dari 5 persen dan tidak termasuk saham yang dimiliki oleh manajemen dan saham tresuri.

Free float sendiri digunakan sebagai penyesuaian atas kapitalisasi pasar yang digunakan dalam penghitungan Indeks. “Selain itu penyesuaian indeks berdasarkan free float akan mengurangi beban dalam mengelola reksa dana indeks dan ETF karena saham dengan free float kecil akan memiliki bobot yang lebih rendah,” papar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, Jumat (23/2/2021).

Hasan menjelaskan penggunaan free float dalam pembobotan indeks saham sudah menjadi praktik umum yang diterapkan di bursa lain dan penyedia indeks global.
“Secara umum, untuk semua indeks yang ada saat ini, akan dilakukan perubahan metodologi penghitungannya secara bertahap dari Full Market Capitalization menjadi Capped Adjusted Free Float Market Capitalization weighted average,” jelas Hasan.

Adapun, saat ini indeks-indeks saham di BEI dihitung menggunakan dua metode yaitu Full Market Capitalization yang mengacu ke kapitalisasi pasar dan Capped Adjusted Free Float Market Capitalization yang menggunakan acuan free float.

Sebelumnya, bursa telah lebih dulu mengubah metode pembobotan konstituen indeks LQ45 dan IDX30 menjadi berdasarkan perhitungan free float pada 2019.

Dengan perhitungan menggunakan free float, diharapkan indeks saham akan lebih menarik dijadikan underlying asset produk investasi dan mendorong emiten menambah porsi saham free float.

“Proses adjustment [perubahan metodologi] dilakukan secara bertahap untuk semua indeks, dalam periode mulai Juni 2021 sampai dengan Mei 2022,” ungkap Hasan.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here