Review Mingguan Pasar Kopi, Gula dan Kakao

0
184

(Vibizmedia – Commodity) – Harga kopi, gula dan kakao pada minggu ini mengalami kenaikan karena cuaca kering di Brazil, ini menguntungkan Indonesia karena produk kopi Indonesia menjadi lebih menarik  bagi pembeli luar negeri sedangkan pandemi covid 19 ternyata tidak mengurangi permintaan kopi dan coklat.

Pada penutupan pasar hari Jumat 23 April 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi tujuh minggu dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 5 minggu, harga gula di New York turun, karena konsolidasi harga dan harga kakao naik karena permintaan kakao dari Asia

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik sehingga harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 7 minggu dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 5 minggu. Harga kopi naik karena cuaca kering di Brazil membuat hasil panen terganggu, menurut Somar Meteorologia pada hari Senin curah hujan di Minas Gerais daerah perkebunan kopi terbesar di Brazil hanya 36% dari rata-rata.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun sedikit karena konsolidasi dari harga tertinggi 2 minggu pada hari Kamis akibat cuaca kering di Brazil mengganggu pertumbuhan dari tebu.Akibatnya produksi gula berkurang.
Harga kakao pada hari Kamis naik karena melemahnya indeks dolar AS, sehingg mempengaruhi harga komoditas. Harga kakao naik karena permintaan coklat dari Asia, dari Cina dan India.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Juli naik $2,35 (1.75%) menjadi $138.50 dan harga kopi Robusta naik 0.57%.

Faktor penggerak pasar Kopi:
• Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 171.896 juta kantong menurut ICO.
• Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 166.629 juta kantong menurut ICO.
• Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus tertinggi 3 tahun di 5.258 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
• Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 32% dari tahun lalu menjadi 7.49 juta kantong dari 10.99 juta kantong di 2020 menurut Brazil Cooxupe coop.
• Ekspor kopi Brazil di Oktober – Februari naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 52.81 juta kantong.
• Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
• Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
• Produksi kopi Arabika global di Oktober – Januari naik 3.7% menjadi 41.876 juta kantong menurut ICO.
• Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
• Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Maret turun 2021 turun 17% dari tahun lalu menjadi 428,000 MMT menurut General Departement of Vietnam Customs.
• Persediaan kopi hijau di AS pada bulan Maret turun 1.9% dari bulan lalu dan 5.7% dari tahun lalu menjadi 5.679 juta kantong menurut The Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 132 dan berikut ke $128 sedangkan resistant pertama di $ 139 dan berikut ke $ 142.

GULA
Harga gula Juli di ICE New York turun 1 sen (0.06%) menjadi $16.88 dan harga gula Agustus di ICE London turun 0.26%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:
• Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
• Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 4.8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
• Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
• Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
• Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
• Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association.
• Produksi gula Thailand di 2021/ 22 diperkirakan akan naik menjadi 8.8 MMT dari 7.57 MT menurut Green Pool Commodity Specialis.
• Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.60 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.00 dan berikut ke $17.60

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York naik $8 (0.33%) menjadi $2,450 per ton dan harga kakao Juli di ICE London tidak berubah.

Faktor penggerak pasar kakao :
• Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4. 843 MMT menurut ICCO
• Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
• Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
• Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
• Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,420 dan berikut ke $2,400 sedangkan resistant pertama di $2,500 dan berikut ke $2, 520.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here