Bukit Asam (PTBA): Kuartal I/2021 Catatkan Laba Bersih Rp.500,5 Miliar

0
154

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 500,5 miliar pada kuartal I 2021 atau Rp 45 per lembar saham. Capaian laba bersih ini ditunjang dari pendapatan yang mencapai Rp 3,99 triliun.

Suryo Eko Hadianto, Direktur Utama PTBA, mengatakan di tengah pandemi, perusahaan terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi. Hal ini tercermin pada biaya umum dan administrasi yang turun 19% atau terealisasi sebesar Rp 339,33 miliar dibandingkan dengan kuartal I 2020.

“Di tengah pemulihan ekonomi Indonesia yang menantang, PTBA masih mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2021. Hal ini tercemin dari laba bersih ditorehkan PTBA Rp 500,5 miliar pada kuartal I 2021 atau Rp 45 per lembar saham. Raihan laba didukung oleh pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun,” tuturnya dalam konferensi pers, Jumat (30/04/2021).

Langkah-langkah efisiensi yang dilakukan pun menurutnya tak menghambat perseroan untuk tetap tumbuh. Jumlah total aset perseroan meningkat 2% hanya dalam tiga bulan, dari Rp 24,1 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 24,5 triliun pada akhir kuartal I Tahun 2021.

Peningkatan aset ini selaras dengan penurunan liabilitas dari Rp 7,1 triliun pada akhir pada tahun 2020 menjadi Rp 6,9 triliun pada akhir kuartal I 2021.
Sementara itu, total ekuitas PTBA tetap meningkat dari Rp 16,9 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 17,6 triliun pada kuartal I Tahun 2021.

Dari sisi produksi, dia menyebut, produksi batu bara PTBA selama kuartal I 2021 mencapai 4,5 juta ton dan penjualan batu bara sebanyak 5,9 juta ton.

Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada 2020 menjadi 29,5 juta ton pada 2021.
Perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30,7 juta ton pada 2021.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyebut alokasi batu bara perseroan untuk ekspor tahun ini sudah terpesan semua. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suryo Eko Hadianto.

Tak hanya itu, dia pun mengatakan perseroan baru saja mendapatkan pasar baru yang besar di dalam negeri, yakni untuk smelter Bintan Alumina.

“Ekspor relatively sudah fully booked, banyak peminat batu bara PTBA ini,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (30/04/2021).

Suryo mengibaratkan PTBA sebagai sebuah toko, maka toko tersebut sedang diserbu pembeli. Si pemilik toko cukup duduk manis dan membuat strategi bagaimana meningkatkan nilai tawar untuk dapat harga yang terbaik.

“Kalau keyakinan pasar, sangat yakin. Komitmen-komitmen letter of intent yang ada boleh dikatakan hari ini bahwa pasarnya sudah fully booked. Kalau kalian mau ada yang beli batu bara, PTBA agak susah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pasar luar negeri pihaknya akan menerobos pasar baru yakni Filipina, karena secara kualitas sesuai dan jaraknya tidak terlalu jauh.
“Kami akan terobos pasar Filipina lebih banyak karena Filipina kualitasnya match dan jarak dekat, cuma di atas Kalimantan. Ini akan berikan value bagus buat PTBA,” tegasnya.

Tahun ini pemerintah RI menambah target produksi batu bara sebesar 75 juta ton menjadi 625 juta ton dari rencana semula 550 juta ton. Bagi PTBA ini merupakan sebuah peluang bagi perusahaan.

Suryo mengatakan penambahan target produksi batu bara oleh pemerintah tahun ini merupakan peluang bagi perseroan untuk meningkatkan produksi.

Dia menyebut, target produksi batu bara perseroan pada 2021 ini minimal sebesar 30 juta ton. Bahkan, menurutnya perseroan memiliki potensi produksi hingga 36 juta ton.
“Ini peluang bagi PTBA. Jelas PTBA akan sesuaikan peningkatan ini, akan kami manfaatkan setidaknya produksi 30 juta ton di tahun ini, minimal, tapi peluang lain akan kami jajaki dengan Kementerian ESDM supaya dapatkan peluang yang lebih besar,” paparnya.

Selama kuartal I 2021 produksi batu bara perseroan mencapai 4,5 juta ton dan penjualan batu bara sebanyak 5,9 juta ton.

Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada 2020 menjadi 29,5 juta ton pada 2021. Selain itu, perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30,7 juta ton pada 2021.

Sementara harga saham PTBA hari ini Jumat (30/4) ditutup anjlok 2.07% atau 50 poin ke level 2370 per lembar. Yang pagi tadi dbuka sama dengan harga penutupannya yaitu di harga Rp.2420 namun kemudian turun memasuki zona merah sampai akhir perdagangan hari ini.

Untuk satu pekan terakhir kinerja saham PTBA telah terkoreksi sebesar 0.84% dan untuk sepanjang tahun ini telah turun sebesar 15.66 persen.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here