Review Bulanan Harga Minyak Sawit April 2021

0
61

(Vibizmedia – Commodity) – Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, sangat memperhatikan harga minyak sawit ini, dengan harganya yang terus meningkat maka akan menguntungkan bagi Indonesia sebagai penghasil devisa apabila di ekspor.

Review pergerakan harga minyak sawit selama sebulan di April 2021, pada bulan April range pergerakan harga pada bulan April ada pada range tinggi dari 3,612 ringgit sampai 4,072 ringgit dengan kenaikan bulanan 7.09% .

Namun setelah mencapai harga tertinggi pada hari Selasa maka harga minyak sawit turun lagi sehingga pada seminggu ini tanggal 25 – 30 April harganya turun 1.5%.

Pergerakan Harga Minyak Sawit pada bulan April :

Harga terendah terjadi pada tanggal 31 Maret 2021 di 3,612 ringgit dan harga tertinggi terjadi pada 27 April di 4069 ringgit.

Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Selasa 27 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 182 ringgit (4.68%) menjadi 4,072 ringgit ($994.14) per ton pada Selasa sehingga mencapai harga penutupan tertinggi sejak 15 Maret . Kenaikan harga minyak sawit harian pada hari Selasa mencapai kenaikan tertinggi selama 11 bulan.

Harga Minyak sawit Mei pada penutupan pasar hari Jumat 12 Maret 2021 naik 65 ringgit atau 1.6% menjadi 4,125 ringgit ($1,000.73) per ton di Bursa Malaysia Derivative Exchange, harga minyak sawit naik ke harga tertinggi 13 tahun pada pertengah pasar di 4,132 ringgit.

Selama bulan April penggerak harga minyak sawit dari luar sawit yaitu pergerakan dari minyak kedelai di Chicago Board of Trading yang mengalami kenaikan karena cuaca kering di AS dan juga di Amerika Selatan, cuaca yang buruk membuat tanaman kedelai tidak dapat menghasilkan dengan maksimum sehingga persediaan berkurang dan harganya meningkat. Meningkatnya harga minyak kedelai membuat harga minyak sawit juga meningkat.

Faktor kenaikan harga dari minyak sawit sendiri adalah dari perkiraan persediaan yang diperkirakan meningkat ternyata tidak terjadi karena kekurangan tenaga kerja di perkebunan sawit.

Kenaikan harga yang tinggi pada bulan April dibatasi oleh turunnya ekspor akibat pandemi covid-19 yang sedang berlangsung di India sehingga negara importir terbesar dari minyak sawit ini tidak membeli minyak sawit, akibatnya ekspor diperkirakan akan turun.

Pada hari Rabu GAPKI ( Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) memberikan laporan :
• produksi CPO Indonesia pada bulan Maret sebesar 3.71 juta ton naik 13.5% dari 3.27 juta ton di tahun lalu dan naik 20.9% dari bulan Februari.
• Ekspor minyak sawit Indonesia, negara produsen minyak sawit terbesar di dunia sebesar 3.24 juta ton pada bulan Maret naik 18.68% dari tahun lalu dan naik 62.8% dari Bulan Februari.
• Persediaan akhir minyak sawit sebesar 3.2 juta ton di bulan Maret turun 5.4% dari tahun lalu dan turun 20.6% dari bulan Februari.

Pergerakan harga minyak sawit pada minggu terakhir di bulan April dari 26 April – 30 April
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Jumat 30 April 2021 turun 1.7% menjadi 3,869 ringgit ($945.27) per ton.
• Pada hari Kamis 29 April Bursa Malaysia ditutup hari Libur di Malaysia
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Rabu 28 April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 130 ringgit (3.20%) menjadi 3,942 ringgit ($961.46) per ton setelah naik 4.7% pada hari Selasa peningkatan harian tertinggi dalam 11 bulan.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Selasa 27 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 182 ringgit (4.68%) menjadi 4,072 ringgit ($994.14) per ton pada Selasa sehingga mencapai harga penutupan tertinggi sejak 15 Maret . Kenaikan harga minyak sawit harian pada hari Selasa mencapai kenaikan tertinggi selama 11 bulan.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Senin 26 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 40 ringgit atau 1.019% menjadi 3,887 ringgit ($948.049) per ton.

Faktor yang menggerakkan harga minyak sawit naik pada bulan April :

Pada Minggu terakhir April di hari Selasa 27 April harga Minyak sawit naik ke harga tertinggi satu bulan, salah satu faktor pemicu kenaikan harga pada minggu ini adalah laporan perkiraan produksi turun karena kekurangan pekerja :
• Hasil sawit Malaysia 16.73 ton minyak per ha pada tahun 2020 dengan perbandingan di 2018 sebesar 17.19 ton dan di 2017 17.89 ton, terjadi penurunan pada dua tahun terakhir. Perkiraan produksi harus mencapai 25 sampai 26 ton per ha.
• Masalahnya buah yang matang tidak dapat dipanen karena kekurangan pekerja akibat pandemi Covid-19, pekerja asing yang ada di perkebunan sawit sudah tidak ada lagi.
• Kekurangan pekerja menjadi masalah bagi perkebunan rakyat yang kecil, dan juga bagi perkebunan yang dikuasai perusahaan besar.
• Kekurangan pekerja selain pada saat panen, juga tidak adanya yang memelihara tanaman, untuk memberi pupuk, penyemprotan hama dan lain-lain. Menurut the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) kekurangan pekerja sebesar 31,021 orang yang biasa bekerja di 76% dari total perkebunan sawit.
• Berdasarkan perhitungan the Malaysian Estate Owners’ Association (MEOA) produksi panen 1.5 ton per hari dengan pekerja 280 hari kerja per tahun, jadi kerugian sebesar 17.143 juta ton per tahun atau 20 % dari hasil panen. Kerugian dari hasil panen ini membuat kerugian produksi 17.143 juta ton CPO dan 857,000 ton biji sawit per tahun.
• Produksi CPO Malaysia turun 3.76% menjadi 19.1 juta ton pada tahun 2020 dari 19.86 juta ton di 2019. Produksi diperkirakan menjadi 19.5 juta ton sampai 19.6 juta ton pada tahun ini.
• Untuk memperkerjakan pekerja lokal ada keterbatasan karena orang muda Malaysia kurang berminat bekerja di perkebunan sebagai pekerja lapangan atau buruh. Para pekerja lokal lebih menyukai pekerjaan yang lebih nyaman di pabrik-pabrik, sehingga pekerjaan di perkebunan sawit diisi oleh pekerja asing.
• Karena itu perusahaan perkebunan sawit besar mulai memikirkan untuk memakai mesin-mesin tapi untuk memanen sawit memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak tidak bisa memakai mesin.

Faktor penggerak kenaikan harga minyak sawit pada bulan April:
• Ekspor minyak sawit Malaysia di bulan April naik 9.7% menjadi 1,400,724 ton dari 1,277,255 ton di bulan Maret menurut AmSpec Agri Malaysia pada hari Jumat
• Laporan World Bank, bahwa minyak nabati global sedang mengalami momentum yang baik di 2021, karena persediaan turun dan peningkatan konsumsi. Harga komoditas masih baik pada saat ini karena pertumbuhan ekonomi yang membaik.
• The Southern Peninsula Palm Oil Millers Association di Malaysia memperkirakan produksi selama 1 – 20 April tidak berubah dari bulan lalu, menurut para traders sehingga mengurangi harapan bahwa persediaan akan meningkat kembali.
• Harga minyak kedelai lebih mahal $311 dari minyak sawit, sehingga minyak sawit bisa jadi pengganti dari minyak kedelai.

 Faktor penurunan harga minyak sawit di Bulan April :
• Faktor penurunan dari minyak sawit dari turunnya ekspor dari India dan Uni Eropa karena peningkatan penderita covid-19 di India semakin tinggi, sehingga India yang merupakan importir terbesar minyak nabati dunia akan mengurangi permintaanya.
• Uni Eropa pembeli terbesar ke tiga dari minyak sawit Malaysia mengimpor 4.23 juta ton di 2020/21 turun 4.55 juta ton dari tahun lalu, menurut European Commission.
• Peningkatan penderita covid-19 di India semakin tinggi, sehingga India yang merupakan importir terbesar minyak nabati dunia akan mengurangi permintaanya dan melakukan penutupan pelabuhannya.
• Pada hari Minggu di New Delhi, ibu kota India tercatat 25,500 pasien covid-19 bertambah dalam 24 jam, dan dari 3 orang yang dites satu orang positif sehingga terjadi lockdown.
• Sementara data di Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia persediaan pada bulan Februari sebesar 4.04 juta ton menurut Indonesian Palm Oil Association (GAPKI ) pada hari Jumat.
• Perkiraan pasar produksi minyak sawit Indonesia di bulan Maret akan meningkat, sementara eksporpun akan meningkat.
• Investor memperkirakan Indonesia akan menaikan pajak ekspor minyak sawit menjadi $144 per ton di bulan Mei dari $116 perton di bulan April, setelah Malaysia menaikkan pajak ekspor pada bulan depan.

Kesimpulan :
Pada Bulan April ini harga minyak sawit masih berlanjut naik, namun pada bulan Mei kenaikan tersebut akan dibatasi oleh berkurangnya ekspor terutama dari India.
Himbauan untuk menggunakan biofuel dari minyak nabati untuk mengganti bahan bakar dari fossil akan membuat harga minyak sawit dapat meningkat kembali.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,850 ringgit dan berikut ke 3, 810 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,010 ringgit dan berikut ke 4,280 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here