Besok BPS Akan Umumkan Data Ekonomi Indonesia Kuartal I/2021, IHSG Naik Tipis

0
71

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Jelang pengumuman data ekonomi Indonesia kuartal I/2021, IHSG sore ini berakhir di zona hijau, naik tipis 0.19% atau 11.22 poin ke level 5963.82.

Demikian juga dengan indeks LQ45, menguat di saat-saat terakhir jelang penutupan bursa, lebih tinggi 0.52% atau 4.57 poin ke level 888.91.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2021 pada Rabu, 5 Mei 2021.

Ekonomi Indonesia pada tahun lalu mengalami kontraksi pertumbuhan yang pertama kali sejak krisis 1998, dengan kontraksi yang mencapai -2,07 persen. Pukulan yang berat akibat pandemi Covid-19 membuat ekonomi Indonesia terkontraksi sangat dalam pada kuartal II/2020 hingga mencapai -5,32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kontraksi berlanjut pada kuartal III/2020 yang tercatat sebesar -3,49 persen yoy dan membawa ekonomi Indonesia masuk dalam fase resesi. Pada kuartal IV/2020 pun, ekonomi masih terkontraksi sebesar -2,19 persen yoy.

Para ekonom memperkirakan, ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2021 masih akan berada pada fase resesi. Artinya, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut masih akan tercatat negatif.

Berdasarkan data BPS terbaru, di mana laju inflasi pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, masih menunjukkan kegiatan ekonomi belum kembali normal seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Salah satu indikator yang menunjukkan ekonomi Indonesia belum keluar dari resesi yaitu negatifnya pertumbuhan kredit perbankan, bahkan hingga Maret 2021 masih tercatat -3,7 persen yoy.

Selain itu, konsumsi domestik masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, padahal sektor ini merupakan penyumbang terbesar dalam PDB Indonesia. Perbaikan indikator konsumsi belum memadai dan cukup kuat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, beberapa indikator telah menunjukkan perkembangan yang positif, di antaranya kinerja ekspor terus mengalami perbaikan sehingga Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dalam beberapa bulan terakhir.

Investasi pun mengalami perbaikan sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan PMI Manufaktur hingga ke level 53 dan impor bahan baku yang juga meningkat 26,4 persen pada Maret 2021.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I/202i akan berada pada kisaran -0,5 hingga -1 persen. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan hal ini dikarenakan konsumsi rumah tangga yang merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi masih belum pulih dari pandemi Covid-19, namun akan mencatatkan pertumbuhan yang positif pada kuartal II/2021 bahkan akan mencapai kisaran 4 sampai 5 persen.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here