Harga Gula Turun Meningkatnya Produksi Gula di India

0
43

(Vibizmedia – Commodity) – Pada Hari Senin harga gula turun akibat wabah covid membuat lockdown di banyak negara sehingga permintaan etanol berkurang akibatnya pabrik tebu mengurangi membuat etanol dan lebih banyak membuat tebu akibatnya persediaannya naik.

Harga gula pada penutupan pasar hari Senin turun karena perkiraan produksi gula meningkat di India.

Harga gula Juli di ICE New York turun 25 sen (1.47%) menjadi $16.73 dan pada hari Senin bursa di London libur May Day.

Menurut the Indian Sugar Mills Association pada hari Senin bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 30 April naik 16% menjadi 29.92 MMT dari 25.81 MMT karena meningkatnya hasil panen tebu dan pabrik tebu lebih banyak membuat gula dibanding etanol. The India Sugar Trade Association memperkirakan tahun 2020/21 produksi gula India naik 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT.

Harga gula meningkat ke harga tertinggi 2 bulan pada hari Selasa karena kekhawatiran produksi gula akan turun, Cuaca kering akan mengganggu hasil tebu di Brazil, setelah Somar Meteorologia pada saat ini mengatakan bahwa kelembaban tanah di perkebunan tebu di Brazil tidak bisa membuat pertumbuhan tebu sehingga bisa dapat menghasilkan panen yang baik.

Pada hari Kamis Czrnikow memperkirakan bahwa hujan di daerah pusat dan Selatan Brazil dari Oktober sampat Maret sebesar 36% dibawah rata-rata, sehingga cuaca kering yang terburuk dalam sepuluh tahun terakhir.

Di Sao Paulo daerah perkebunan tebu yang menghasilkan panen tebu 68% dari total produksi tebu, mengalami cuaca terkering selama 20 tahun ini selama lima sampai 3nam bulan sampai Maret, sehingga hasil panen mengalami kerugian sebesar 20% menurut Somar.

Wilmar International pada 19 April lalu mengatakan kekeringan yang lama di Brazil membuat hasil panen tebu hanya 530 MMT turun 12% dari tahun lalu dan terendah selama 10 tahun. Sementara di Perancis perkebunan gula bit rusak 10% karena cuaca dingin membekukan tanaman bit.

Pada hari Selasa lalu Unica melaporkan bahwa produksi gula Brazil di Pusat – Selatan pada tahun 2021/22 dari April – Nopember turun 35.75% dari tahun lalu sampai pertengahan April menjadi 624 MT. Penggunaan tebu untuk dijadikan gula turun 38.55% di 2021/22 dari 40.15% di 2020/21.

Penambahan penderita covid di Brazil membuat pemerintah melakukan pengetatan kembali sehingg pertumbuhan ekonomi turun dan permintaan komoditas turun. Dengan pengetatan pergerakan membuat kendaraan tidak berjalan sehingga permintaan bahan bakar berkurang akibatnya pabrik tebu lebih banya membuat gula dibanding etanol, sehingga persediaan gula meningkat.

Tebu yang digiling di Brazil pusat dan Selatan ada pada range 567 -578 juta ton turun dari perkiraan sebelumnya 586 juta ton menurut StoneX pada hari Senin.
Curah hujan kumulatif di Brazi antara Maret dan April turun 50 % dari curah hujan rata-rata, sehingga mengganggu pertumbuhan tebu.

Perkiraan StoneX, hasil gula diperkirakan akan sebesar 36 juta ton, dan penggilingan akan lebih sedikit. Sehingga tebu yang di giling menjadi lebih besar menjadi gula.
Produksi gula di Thailand, negara pengekspor gula terbesar ke dua di dunia. Menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board pada 17 Maret lalu bahwa produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.50 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.10 dan berikut ke $17.80.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here