PGN Meraih Laba Rp870 Miliar di Triwulan 1, 2021

0
47
Ilustrasi PGN (Foto dok. PGN)

(Vibizmedia – Economy & Business) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih laba sejumlah Rp870 Miliar pada Triwulan pertama 2021.

“Di Triwulan pertama 2021, PGN masih menghadapi ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi COVID-19, namun PGN tetap dapat menjaga kinerja melalui upaya-upaya strategis yang diambil perseroan,” menurut keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

PT PGN sebagai subholding gas PT Pertamina Persero berkomitmen mengoptimalkan penyaluran gas bumi di masa pemulihan ekonomi nasional saat ini. Berangkat dari komitmen itu, kinerja penjualan gas bumi PGN meningkat sejak Januari sampai Maret 2021 (TW I) di atas target. Pada triwulan I 2021, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 733,15 juta.

Dari pendapatan itu, PGN mencatat laba operasi sebesar 95,90 juta dolar AS dan EBITDA sebesar 191,24 juta dolar AS. PGN berhasil meraih peningkatan laba distribusikan ke induk menjadi USD 61.5 juta dolar AS atau Rp 870 miliar (kurs IDR/USD: Rp 14.147) pada triwulan I 2021. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada triwulan I 2020 sebesar 47.7 juta dolar AS.

Pencapaian rata-rata penjualan gas bumi PGN Group sampai dengan Maret 2021 sebesar 916 BBTUD atau meningkat 7.86 persen di atas target triwulan I 2021. Adapun rinciannya, penjualan gas di PGN sebesar 835 BBTUD dan PT Pertagas sebesar 81 BBTUD.

Peningkatan didorong pertumbuhan konsumsi gas Bumi karena operasional pelanggan mulai rebound di sektor pembangkit listrik dan industri retail. Saat ini PGN telah melayani lebih dari 495.000 pelanggan di sektor rumah tangga, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), industri, dan pembangkit listik.

Posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Maret 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang terjaga dengan total aset sebesar 7,52 miliar dolar AS, total liabilitas 4,50 miliar dolar AS, dan total ekuitas 3,02 miliar dolar AS serta rasio lancar (perbandingan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek) sebesar 1,8 kali. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih baik.

Diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sampai sekitar 550 juta ton per tahun pada 2030. Maka PGN akan berupaya untuk meningkatkan ekspansi bisnis LNG termasuk LNG eceran. Selain itu, PGN akan membangun infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan untuk mengelola LNG eceran.

Untuk pasar domestik, bisnis LNG akan memiliki kontribusi besar melalui proyek konversi BBM ke LNG untuk pembangkit listrik PLN dan wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa gas khususnya di wilayah Timur Indonesia.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here