Semen Indonesia (SMGR): Penjualan Naik 2.1%, Insentif PPN Dorong Sektor Properti dan Kebutuhan Semen

0
125

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Semen Indonesia Tbk dengan kode saham SMGR mencatatkan volume penjualan semen (termasuk penjualan klinker) sebanyak 9,69 juta ton sepanjang kuartal pertama 2021. Realisasi ini naik 2,1% dari volume penjualan SMGR di periode yang sama tahun lalu yaitu sebanyak 9,49 juta ton.

Mengutip laporan kuartalan di laman resmi Semen Indonesia, Rabu (5/5), volume penjualan domestik SMGR memang mengalami kontraksi. Namun, kenaikan penjualan ekspor regional mendorong kenaikan volume penjualan hingga sebesar 2,1%. Penjualan regional SMGR naik 58,1% menjadi 2,37 juta ton.

Kenaikan penjualan SMGR di tiga bulan pertama 2021 lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan semen nasional yang hanya 1,7% secara year-to-date Maret 2021.
Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebut, pertumbuhan tersebut berasal dari permintaan semen sak yang tumbuh 7,2%. Di sisi lain, permintaan semen curah (bulk) masih menunjukkan pertumbuhan negatif dua digit, sehingga porsi permintaan semen sak menjadi 79% hingga Maret 2021.

ASI menyebut, hampir seluruh wilayah di Indonesia mencatat pertumbuhan permintaan yang positif , kecuali Kalimantan dan Bali-Nusa Tenggara. Pertumbuhan permintaan tertinggi terlihat di Sulawesi yang sebagian besar berasal dari permintaan semen sak.
Konsumsi semen di Indonesia masih didominasi oleh konsumen ritel, yang sebagian besar berasal dari masyarakat yang merenovasi atau membangun rumah, atau pengembang yang membangun perumahan skala kecil.

Berdasarkan tren, permintaan semen nasional akan cenderung lebih tinggi pada semester kedua. Hal ini mengingat curah hujan yang cukup tinggi di semester pertama dan realisasi proyek infrastruktur pemerintah lebih banyak pada paruh kedua.

Meski volume penjualan SMGR naik, pendapatan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) ini justru mengalami koreksi. SMGR membukukan pendapatan senilai Rp 8,07 triliun atau terkoreksi 5,8% dari pendapatan di kuartal I-2020 sebesar Rp 8,58 triliun.
Direktur Utama Semen Indonesia Grup, Hendi Prio Santoso mengatakan, penurunan pendapatan ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan domestik, terutama penjualan semen curah. Realisasi anggaran infrastruktur pemerintah pada kuartal pertama 2021 belum berdampak pada permintaan semen curah.

Namun, SMGR membukukan laba bersih senilai Rp 450,36 miliar sepanjang kuartal pertama 2021, naik tipis 0,87% dari capaian laba bersih SMGR di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 446,46 miliar.

Hal ini tidak terlepas dari menyusutnya sejumlah beban, seperti beban pokok pendapatan turun 1,78% dari semula Rp 5,87 triliun menjadi Rp 5,77 triliun. Beban penjualan menurun 18,2% menjadi Rp 601 miliar dan Beban umum dan administrasi menurun 18,8% menjadi Rp 659,16 miliar.

SMGR secara konsisten terus menjalankan inisiatif efisiensi, seperti menjaga konsumsi bahan bakar, energi, bahan baku, serta meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dan limbah dari industri lain.

PT Semen Indonesia Tbk turut menanggapi dampak pemberian insentif PPN untuk sektor properti terhadap kinerja produsen di dalam negeri.

Pada awal Maret lalu, pemerintah mulai memberlakukan diskon PPN 100% untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga maksimal Rp 2 miliar serta diskon PPN sebesar 50% untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun yang harganya berkisar antara Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar.

Direktur Strategi Bisnis dan Pengembagaan Usaha Semen Indonesia Fadjar Judisiawan mengatakan, insentif di sektor properti diharapkan akan memberikan dampak positif tak hanya di sektor tersebut, melainkan juga mendorong permintaan di industri bahan bangunan, termasuk semen.

Mayoritas permintaan semen di Indonesia ditujukan untuk semen kantong dengan komposisi pangsa pasar sekitar 75%, sedangkan semen curah yang biasa dipakai untuk proyek-proyek infrastruktur memiliki pangsa pasar sekitar 25%.

Proyek-proyek properti seperti perumahan sederhana atau perumahan lantai satu biasanya menggunakan semen kantong. “Sementara untuk properti dua lantai ke atas biasanya menggunakan campuran antara produk semen kantong dan beton siap pakai,” tambah dia, Kamis (22/4).

SMGR sendiri memiliki beberapa produk semen yang telah beredar di pasaran seluruh Indonesia. Di antaranya Semen Andalas, Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik, dan Semen Dynamix.

Selain itu, ada beberapa produk dan solusi khusus untuk proyek-proyek kawasan properti seperti Dekocrete atau beton dengan dekorasi warna yang inovatif, Speedcrete atau beton cepat kering dalam 10 jam, dan Thrucrete atau beton berpori dengan daya serap air tinggi.
Tak hanya itu, tahun 2020 lalu, SMGR baru saja meluncurkan Semen Dynamix Masonry, yaitu semen kantong khusus aplikasi plesteran dan pasangan bata dengan kualitas tepat guna dan harga efisien.

Solusi lain yang ditawarkan SMGR adalah Minimix yang merupakan armada truk readymix dalam ukuran dan kapasitas yang lebih kecil. “Ini sesuai untuk memenuhi kebutuhan beton siap pakai pada proyek pembangunan properti skala kecil,” pungkas Fadjar.

Harga saham SMGR hari ini Rabu (5/5/2021) ditutup melonjak 1% atau 100 poin ke harga Rp.10150 per lembar dari harga penutupannya kemarin sore yakni di harga Rp.10050 per lembar.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here