Kakanwil Berikan Penguatan WBK Kepada Satker Imigrasi Secara Virtual

0
103

(Vibizmedia – Nasional) Pontianak – Kamis (06/05) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Fery Monang Sihite, didampingi Kepala Divisi Administrasi, Anggiat Ferdinan, Kepala Divisi Keimigrasian, Pamuji Raharja, Sekretaris ZI Kanwil, Kepala Bagian Program dan Humas, Uray Aswin Umar, dan Kepala Bidang Hukum, Edy Gunawan, memberikan penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada tiga Satuan Kerja (Satker) Imigrasi, yaitu Kantor Imigrasi Sambas, Kantor Imigrasi Sanggau, dan Kantor Imigrasi Ketapang, secara virtual melalui video conference di Ruang Rapat Kakanwil yang diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis dengan didampingi para pejabat struktural dan Ketua Pokja.

Bertindak sebagai moderator, Kepala Divisi Administrasi mengatakan bahwa seyogyanya Tim Kanwil memberikan penguatan secara langsung kepada UPT yang diusulkan dalam meraih WBK, tetapi dikarenakan pembatasan protokol kesehatan dalam kondisi pandemi Covid 19 maka Tim Kanwil memberika penguatan secara virtual, dengan tidak mengurangi maksud dan tujuan penguatan.

Fery mengatakan bahwa WBK adalah keharusan bagi ASN di era Reformasi Birokrasi, dari pimpinan hingga ke pelaksana harus satu komitmen dalam melaksanakan Zona Integritas. Tahapan – tahapan pembentukan dan penyusunan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang berdasarkan enam pokja. “Diawali dengan pokja Manajemen Perubahan, rubah mindset dan rubah budaya kerja. Tahap kedua adalah penata laksanaan, harus ada SOP, aturan, dan semua yangg dilakukan harus terdokumentasi. ASN Kemenkumham harus mempunyai tiga syarat, yang pertama memiliki kecerdasan, yang kedua mempunyai energi, dan yang terakhir mempunyai integritas”, ungkap Fery.

Pokja selanjutnya adalah Manajemen SDM, era RB harus memiliki manajemen yang mempunyai kecerdasan, dilanjutkan dengan pokja Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan  dan yang terakhir Peningkatan Pelayanan Publik dan yang menilai adalah masyarakat penerima pelayanan publik. Selanjutnya, setelah penguatan kepada UPT, Tim Kanwil merencanakan akan memanggil seluruh UPT dan pokja untuk hadir di Kanwil pada tanggal 20-21 Mei 2021 dalam rangka simulasi penilaian oleh Tim Pengawas Internal (TPI). TPI direncakan akan hadir melakukan desk evaluasi UPT yang diusulkan WBK pada tanggal 25 Mei 2021

“Dalam rangka peningkatan pelayanan publik, lakukan terobosan, lakukan perubahan, buat inovasi. Didalam lagu, jingle atau yel-yel yang akan disampaikan harus memiliki pesan yg disampaikan”, tegas Kakanwil.

“Saya sangat mendukung keberhasilan WBK di semua UPT, dan terutama mudah-mudahan Kanim yang diusulkan dapat lolos penilaian WBK. Tidak hanya Kakanim saja, semua pegawai harus turut mendukung ZI menuju WBK”, ungkap Kadiv Keimigrasian.

“Didalam menentukan apa yg kita raih, pertama harus ada komitmen. Semua pegawai di Satker, pimpinan dan pegawai lain harus sehati, sekomitmen, jangan jadikan WBK hnya sebagai kontes, tapi tidak punya komitmen dalam meraihnya. Pimpinan sebagai pengarah sekaligus role model dalam mengubah mindset bahwa kita ini adalah satu kesatuan dalam meraih WBK”, tegas Kadiv Administrasi.

Selaku Sekretaris ZI Kanwil, Uray Aswin menyampaikan bahwa desk evaluasi tanggal 25 nanti akan melihat kesiapan Satker menuju WBK. Esensinya perubahan, kebaikan, kesungguhan atau semangat kita dalam perubahan itu sendiri. Di tahun 2020 tim evaluator tidak lagi melihat LKE yang sudah di upload. TIM TPN akan melihat performa dari penguasaan dan pemahaman dari 6 area perubahan. Para UPT harus bisa menyampaikan hal apa saja yang sudah berubah, baik dari perilaku, mindset dan yang lainnya.

“Kepada tim POKDJA dan Kasatker nanti akan ditanya seberapa yakin bisa meraih WBK. Kasatker harus bisa menjelaskan perbaikan yang sudah dilakukan, sejauh mana. Masih ada kesempatan untuk meningkatkan hasil survei karena Tim TPI akan datang dan punya bahan informasi Satker kita dan bagaimana persepsi masyarakat kepada pelayaan kita”, ungkap Uray Aswin.

“Upayakan IPK dan IKM satker melebihi lebih dari 50 kalau bisa dan minimal 30, bagaimana caranya teman-teman bisa megandalkan semua relasi yang bersinggungan dengan kita. Setiap hari harus selalu ada penambahan data IPK dan IKM. Jika teman-teman ingin mendapatkan hasil yang luar biasa maka harus dilakukan juga dengan cara-cara yang luar biasa,” tambah Uray Aswin.

Sumber : Humas Kemenkumham RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here