Kunjungan Lapas Dalam Rangka Monitoring dan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya

0
68

(Vibizmedia – Nasional) PANGKALPINANG, (13 Mei 2021) – Hari ini pada momen Idul Fitri 1442 H, Kepala Kantor Wilayah Kep. Bangka Belitung (Anas Saeful Anwar) melakukan kunjungan ke LAPAS dalam rangka monitoring kegiatan Hari Raya Idul Fitri di LAPAS dan pemberian Remisi Khusus Hari Raya. Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan Hari Raya dan pemberian Remisi Khusus berjalan dengan lancar.  LAPAS, RUTAN dan LPKA di wilayah Kep. Bangka Belitung memberikan Remisi Khusus Hari Raya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Binaan. Remisi merupakan pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Adapun jumlah penghuni LAPAS, RUTAN dan LPKA di wilayah Kep. Bangka Belitung per 13 Mei 2021 yaitu 354 orang berstatus Tahanan dan 2.040 orang berstatus Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2.394 orang. Sedangkan untuk kapasitas hunian berjumlah 1.311 orang, yang berarti telah terjadi over crowded sebanyak 83%.

Berikut merupakan rekapitulasi pemberian Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1442 H / 2021 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Binaan sebagai berikut:

  • Remisi Khusus I

a. 15 hari : 248 org

b. 1 bulan : 728 orang

c. 1 bulan 15 hari : 191 orang

d. 2 bulan : 24 orang

Jumlah Remisi Khusus I sebanyak 1.191 orang

  • Remisi Khusus II

a. 15 hari : 2 orang (langsung bebas)

b. 1 bulan 15 hari : 2 orang (masih

menjalani subsider)

Jumlah Remisi Khusus II sebanyak 4 orang

Total keseluruhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Binaan yang menerima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 H / 2021 sebanyak 1.195 orang.

SK Remisi Khusus dibacakan secara langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis masing-masing dan dilakukan setelah kegiatan shalat Idul Fitri. Remisi khusus, diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak Binaan yang bersangkutan, dengan ketentuan jika suatu agama mempunyai lebih dari satu hari besar keagamaan dalam setahun, maka yang dipilih adalah hari besar yang paling dimuliakan oleh penganut agama yang bersangkutan.

Sumber : HUMAS KANWIL BABEL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here