Review Mingguan Harga Kopi – Gula – Kakao

0
90

(Vibizmedia – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 14 Mei 2021 harga  gula, kopi dan kakao  semua turun , dengan harga kopi Arabika turun dari harga terendah 1 minggu dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu, harga gula di New York turun harga gul turun ke harga terendah 1 minggu dan harga kakao turun melimpahnya persediaan kakao.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun dengan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu dan kopi Arabika masih sedikit diatas harga terendah 1 minggu pada hari Kamis. Melimpahnya persediaan kopi selama 7 bulan terakhir, persediaan kopi Arabika dalam pengawasan ICE pada hari Kamis naik ke jumlah tertinggi 13 ½ bulan. Dan persediaan kopi Robusta dalam pengawasan ICE pada hari Jumat mencapai jumlah tertinggi 1 ½ tahun.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun ke harga terendah 1 minggu turun dari harga tertinggi 2 ½ bulan pada hari Rabu. Harga gula diperkirakan masih akan naik karena cuaca kering di Brazil.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun karena persediaan kakao yang diawasi ICE naik ke jumlah tertinggi 2 ¾ tahun pada hari Rabu. Pemerintah Ivory Coast mengatakan bahwa akumulasi pengiriman kakao dari petani ke pelabuhan dari 1 Oktober – 9 Mei naik 7.8% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York turun $1.40 (0.96%) menjadi $145 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 2.34%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 169.633 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 166.629 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 3.286 juta kantong dari surplus 4.631 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 32% dari tahun lalu menjadi 7.49 juta kantong dari 10.99 juta kantong di 2020 menurut Brazil Cooxupe coop.
  • Ekspor kopi Brazil di Oktober – Februari naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 52.81 juta kantong.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
  • Perkiraan produksi kopi di Colombia stabil pada tahun 2021 sebesar 14 juta kantong menurut the Colombian Federation of Coffee Growers.
  • Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 3.5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – April 2021 turun 17.6% dari tahun lalu menjadi 563,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS pada bulan Maret turun 1.9% dari bulan lalu dan 5.7% dari tahun lalu menjadi 5.679 juta kantong menurut The Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 144 dan berikut ke $140 sedangkan resistant pertama di $ 152 dan berikut ke $ 157.

GULA
Harga gula Juli di ICE New York turun 15 sn (0.88%) menjadi $16.96 dan harga gula Agustus di ICE London turun 0.42%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 4.8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association.
  • Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
    Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.60 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.80 dan berikut ke $18.20

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York turun $28 (1.12%) menjadi $2,474 per ton dan harga kakao Juli di ICE London turun 1%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4. 843 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2, 450 dan berikut ke $2,420 sedangkan resistant pertama di $2,550 dan berikut ke $2, 590.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here