Kanwil Kemenkumham Kalbar Gelar Simulasi Desk Evaluasi Pembangunan ZI Menuju WBK

0
123

(Vibizmedia – Nasional) Pontianak – Dalam upaya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bagi delapan Satuan Kerja di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat yang diusulkan oleh Inspektorat Jenderal. Kanwil Kemenkumham Kalbar menggelar simulasi desk evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, Rabu (19/05).

Acara  ini juga langsung disiarkan secara virtual kepada seluruh UPT yang ada di Kalimantan Barat. Hal ini bertujuan agar UPT yang belum dapat diusulkan mendapatkan gambaran serta pengetahuan mengenai evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Mengambil tempat di Aula Kantor Wilayah, Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Fery Monang Sihite, Kepala Divisi Administrasi, Anggiat Ferdinan, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprobowati, Kepala Divisi Keimigrasian, Pamuji Raharja dan Kepala Bagian Program dan Humas, Uray Aswin umar selaku Sekretaris Pembangunan ZI, serta perwakilan Tim Pokja Kanwil turut hadir dalam acara ini.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Kepala Bagian Program dan Humas. Ia menyatakan rangkaian kegiatan ini dijadikan sebagai penguatan menghadapi Desk Evaluasi pada tanggal 24-28 Mei 2021 oleh Inspektorat Jenderal.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi kita untuk memperkokoh persiapan dalam rangka membangun Zona Integritas dan sebagai wadah silaturahmi”, ujarnya.

Delapan satker tersebut adalah Rutan Kelas IIA Pontianak, Kanim Kelas I TPI Pontianak, Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, LPKA Sungai Raya, Rudenim Pontianak, Kanim Kelas II TPI Sanggau, Kanim Kelas II TPI Sambas dan Kanim Kelas III Non TPI Ketapang.

Anggiat Ferdinan menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melihat kesiapan dari setiap satker yang diusulkan. “Acara ini adalah dari kita dan untuk kita. Disini kita akan menggali hal-hal yang dapat diperbaiki atau dikembangkan” jelasnya.

Kakanwil Kemenkumham Kalbar, Fery Monang Sihite mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk melihat persiapan dan kesiapan dari UPT yang diusulkan menuju WBK. “Kegiatan ini dapat dijadikan momen untuk mengoreksi dan memperbaiki agar saat evaluasi oleh Tim Penilai Internal (TPI) bahkan Tim Penilai Nasional (TPN) dapat lolos dan mendapatkan predikat WBK,” ujar Fery.

Dalam kegiatan ini kedelapan UPT menampilkan kesiapannya mulai dari video profil, yel-yel, maskot, inovasi-inovasi disetiap area perubahan, penjelasan detail inovasi sampai penyajian buletin pembangunan ZI Satuan Kerja.

Secara khusus Kepala Divisi Keimigrasian menyatakan agar dalam menampilkan yel-yel dapat menunjukkan kekompakan tim yang utuh. “Saya berharap gerakan yang ditampilkan dapat memberikan kesan kekompakan Tim yang utuh”, ungkapnya.

Kemudian Kakanwil memberikan masukan mengenai video profil yang telah ditampilkan agar dapat menyampaikan esensi dari WBK. “Tampilkan esensi dari WBK, maksud dari esensi WBK adalah menampilkan ilustrasi keteladanan role model dari setiap unsur di UPT. Mulai dari pimpinan sampai dengan pelaksana”, tegasnya

Hal tersebut bertujuan memunculkan pesan komitmen janji kinerja yang mulai dari Kepala UPT sampai dengan satuan pengamanan.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan Teknologi Informasi, Eka Jaka Riswantara mewakili Tim Pokja berpesan mengenai pentingnya salam pembuka dan penutup menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

“Apabila menggunakan bahasa daerah saat memberikan salam pembuka atau penutup, pastikan tim Pokja membalas bahasa daerah tersebut. Karena bisa jadi TPI tidak memahami bahasa daerah tersebut merupakan sebuah saapan salam”, jelasnya.

Selain mengkoreksi, Kakanwil juga mengapresiasi UPT yang mampu memberikan penampilan yang menarik dan lugas.

“Penampilan dari Kanim Pontianak ini simple dan mampu menjelaskan dari enam buku area perubahan, waktu yang diberikan untuk presentasi juga digunakan dengan pas dan tidak berlebihan”, ungkapnya.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada pemaparan dan penampilan dari Rudenim Pontianak. “Tidak ada kata lain, sepertinya Rudenim Pontianak sudah diambang pintu predikat WBK”, tegasnya.

Ide-ide kreatif dan inovasi yang ditampilkan oleh Rudenim Pontianak dianggap menarik oleh Kakanwil. Kemudian buletin yang dicetak oleh Rutan Pontianak dan Rudenim Pontianak ini dinilai sudah baik dengan konten yang informatif.

Sebelum menutup rangkaian kegiatan, Uray Aswin mengharapkan dengan telah dilaksanakannya kegiatan ini semoga bisa menjadi bekal dan mengukur mental para UPT yang akan melenggang dalam penilaian dari TPI pada tanggal 24 Mei mendatang.

“Dengan berakhirnya kegiatan ini diharapkan para UPT mendapatkan gambaran bagaimana dalam menghadapi penilaian dari TPI nantinya. Selain itu masukan dan evaluasi yang sudah disampaikan agar dapat menyempurnakan paparan dihadapan TPI,” ujarnya saat menutup kegiatan. (Humas)

Sumber : Humas Kemenkumham RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here