BPBD Jatim Salurkan Bantuan Logistik Warga Terdampak Gempa M5,9

0
94
Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa sembako, lauk pauk dan terpal, pada Sabtu, 22 Mei 2021. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan sejumlah warga Jawa Timur terdampak setelah rumah mereka mengalami kerusakan pascagempa M5,9. Selain kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum, gempa juga berdampak pada korban luka-luka. Pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat di lapangan.

BPBD mendistribusikan untuk penanganan warga terdampak gempa. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Jawa Timur, sejumlah bantuan diberikan, antara lain sembako, lauk pauk dan terpal. Bantuan untuk mendukung penanganan Covid-19 juga diberikan, seperti masker kain dan masker medis.

Berikut ini rincian bantuan yang diberikan TRC BPBD Provinsi Jawa Timur, yaitu:

• sembako 725 paket
• masker kain 15.000 buah
• masker medis 2.000 buah
• lauk Pauk BNPB 40 kardus
• terpal 100 lembar

Berdasarkan data per Sabtu, 22 Mei 2021, pukul 10.00 WIB, dampak gempa M5,9 sebagai berikut:

Korban luka-luka 2 jiwa, dengan rincian luka berat 1 orang dan 1 lainnya luka ringan. Korban luka berat telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan Tirta Husada Wonotiro.

Sementara itu, total kerusakan di wilayah Jawa Timur antara lain rumah rusak berat (RB) 4 unit, rusak sedang (RS) 8 dan rusak ringan (RR) 142. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dengan rincian RR 16 unit dan RS sebanyak 1.

Berikut ini rincian kerusakan di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.

Kabupaten Malang, 1 unit rumah RB, 26 unit rumah RR dan 5 unit fasilitas umum RR. Kabupaten Blitar, 2 unit rumah RB, 6 unit rumah RS, 95 unit rumah RR, 9 unit fasilitas umum RR, 1 unit fasilitas umum RS. Kabupaten Lumajang, 18 unit rumah RR dan 1 unit rumah RB. Kota Malang, 1 unit rumah RS. Kabupaten Pasuruan, 1 unit rumah RS dan 1 unit fasilitas umum RR. Kabupaten Jember, 1 unit fasilitas umum RR Kota. Blitar, 3 unit rumah RR.

Pada saat gempa, BPBD beberapa mencatat informasi seputar guncangan yang dirasakan warga setempat. Warga Kabupaten Blitar merasakan guncangan kuat sekitar 15 detik, warga di Kabupaten Malang merasakan guncangan 5 detik, dan di Kota Blitar 2 hingga 3 detik. Gempa membuat warga di dalam rumah panik dan keluar rumah.

Hingga saat ini, BNPB terus melakukan koordinasi dan memonitor penanganan pascagempa di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, pihaknya masih memantau dan menggali informasi terkait perkembangan dampak gempa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here