Wapres K.H. Ma’ruf Amin: Persaudaraan dan Solidaritas jadi Modal Sosial untuk Keluar dari Pandemi

0
128
Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat menghadiri silaturahmi secara virtual bersama Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, Sabtu (22/05/2021). (Foto: KIP SETWAPRES)

(Vibizmedia – Jakarta) Pandemi Covid-19 dan berbagai dampaknya mustahil diatasi dengan cepat apabila hanya mengandalkan kerja keras pemerintah. Namun, untuk bangkit dari krisis pandemi, bangsa Indonesia juga memerlukan energi kolektif yang besar berupa empati, kepedulian, solidaritas sosial, dan gotong-royong dari seluruh masyarakat.

“Pemerintah sudah melakukan segala daya untuk memulihkan keadaan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tetapi, tanpa bantuan dan solidaritas dari warga negara mustahil hal ini bisa ditangani dengan cepat,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat menghadiri silaturahmi secara virtual bersama Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, Sabtu (22/05/2021).

Oleh sebab itu, Wapres mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk anggota Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya untuk memberikan kontribusinya dalam upaya pemulihan kondisi masyarakat saat ini.

“Seluruh alumni Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya saya harapkan dapat menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk bersama-sama menghadapi masalah ini, sekaligus berkontribusi memajukan kesejahteraan masyarakat. Saya percaya dengan kapasitas dan komitmen para alumni Universitas Brawijaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wapres pun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki dua modal penting untuk segera keluar dari kesulitan ini. Pertama, modal spiritual yakni ujian ini harus dihadapi tidak hanya dengan usaha tetapi juga doa sehingga tidak akan melemahkan semangat.

“Kedua, modal sosial (yaitu) ikatan persaudaraan dan solidaritas akan menguatkan karena disangga secara berjamaah,” imbuhnya.

Pada acara yang bertajuk “Silaturahmi: Solidaritas Kemanusiaan dan Pemulihan Kehidupan” ini, Wapres juga menekankan bahwa agenda keumatan yang paling penting saat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan untuk pemulihan kehidupan dengan dukungan empati dan solidaritas persaudaraan.

“Penguasaan ilmu pengetahuan merupakan prasyarat kesiapan untuk menghadapi perubahan agar peradaban menjadi lebih baik. Sementara terciptanya kesejahteraan membuat kehidupan menjadi lebih berkualitas,” terangnya.

Untuk itu, menurut Wapres, salah satu ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui pembangunan ekonomi dan keuangan syariah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa program prioritas pemerintah ini tidak hanya untuk kepentingan umat muslim, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia.

“Perlu dipahami bahwa ekonomi dan keuangan syariah ini bersifat inklusif, tidak hanya untuk pemeluk agama Islam saja, tetapi semua golongan dan kelompok masyarakat. Cita-cita dari seluruh upaya ini adalah mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here