Jaga Persahabatan, Indonesia Kembali Kirim 2.000 Tabung Gas Oksigen ke India

0
118
Ilustrasi pengiriman bantuan oksigen oleh Pemerintah Indonesia ke India. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia kembali mengirim bantuan berupa tabung gas oksigen ke India untuk korban pandemi Covid-19. Pada tahap kedua ini, dikapalkan sebanyak 2.000 tabung gas oksigen dengan kapasitas 6 meter kubik (setara 40 liter). Sebelumnya, di tahap pertama sudah dilepas sebanyak 1.400 tabung dari total 3.400 tabung yang akan diberikan.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk menjaga persahabatan antara kedua negara. India dan Indonesia merupakan mitra strategis sekaligus kawan di kala senang dan di kala susah.

“Bantuan ini merupakan tahap kedua setelah pengiriman 10 Mei lalu. Inshaallah saudara-saudara kita di India bisa mendapatkan manfaat dari bantuan saudaranya di Indonesia,” ujar Airlangga saat penyerahan bantuan tabung gas oksigen tahap kedua kepada pemerintah India di Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021.

Airlangga mengatakan pemerintah RI berterima kasih kepada korporasi yang mendukung program ini dalam Indonesia public-private partnership dengan Kementerian Perindustrian sebagai penggerak. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden, bahwa untuk menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, kita bergerak dalam satu orkestrasi yang sama dan tujuan yaang sama.

“Hari ini solidaritas gotong royong ditunjukkan. Semoga menjadi spirit internasional agar kita menjadi bangsa yang mendorong multilateralisme,” jelas Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, pihaknya mewakili pelaku industri yang ikut berkontribusi memberikan bantuan. “Pengiriman tabung gas oksigen ke India ini merupakan partisipasi dari sektor industri di Indonesia. Alhamdulillah hari ini kita bisa menuntaskan dengan tambahan 2.000 tabung oksigen,” katanya.

Agus menyampaikan pemerintah memberikan apresiasi kepada asosiasi dan pelaku industri yang terlibat dalam program bantuan kemanusiaan tersebut.

“Dengan dikirimkannya bantuan oksigen tahap kedua ini, menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk membantu India dalam menanggulangi pandemi Covid-19,” tegasnya.

Adapun rincian daftar partisipasi industri dalam pengiriman bantuan tahap kedua ini adalah sebagai berikut:

1. Asosiasi Gas Industri Indonesia dan PT Samator yang telah melakukan koordinasi pengadaan tabung dan isi oksigen untuk 3.400 tabung;

2. Sinar Mas: Pembiayaan 500 tabung;

3. PT Indofood: Pembiayaan 400 tabung;

4. PT Agung Sedayu Group: Pembiayaan 350 tabung;

5. Yayasan Bakti Barito (Covid-19 Relief Bakti Barito): Pembiayaan 350 tabung;

6. PT. First Resources: Pembiayaan 350 tabung;

7. PT. Inti Sumber Baja Sakti: Pembiayaan 50 tabung;

8. PT. Asia Pacific Rayon dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia: Pembiayaan pengiriman tabung;

9. PT Indorama Group: bantuan administrasi dan dokumen pengiriman;

10. PT Aneka Gas Industri, Tbk: donasi gas oksigen.

Agus berharap, kegiatan sosial yang merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri ini dapat membantu meringankan dampak pandemi Covid-19 yang sedang melanda di India.

“Apalagi, India adalah salah satu negara mitra penting bagi Indonesia, baik dalam hal diplomatik maupun kerja sama ekonomi khususnya di sektor perindustrian dan perdagangan,” ucapnya.

Agus mengingatkan kunci pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan terus mendorong masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Misalnya patuh mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Tidak lupa mari kita mendoakan agar keadaan di sana cepat kembali terkendali, dan semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari musibah yang menimpa India agar kita tidak lengah dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Pandemi belum berakhir,” terangnya.

Sementara itu, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menyampaikan pertimbangan kemanusiaan melatarbelakangi bantuan bagi tetangga dan mitra dekat Indonesia, yaitu bangsa India yang tengah menghadapi gelombang kedua pandemi. “Masa seperti adalah momentum antarbangsa membangun solidaritas sekaligus semakin kuat bekerja sama,” ujar Saleh.

Solidaritas dalam penanganan pandemi antara kedua negara bukan hal baru, yang sebelumnnya berlangsung ketika pemerintah India memberikan dukungan ekspor bahan baku obat bagi Indonesia saat status pandemi mulai ditetapkan. Sementara dalam bidang perdagangan, India tercatat sebagai pasar kedua terbesar dunia setelah China bagi produk minyak kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia. Tahun 2020 ekspor Indonesia mencapai 5,64 juta ton minyak sawit senilai USD3,05 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here