Review Pasar Mingguan Untuk Kopi, Gula dan Kakao

0
137

(Vibizmedia – Commodity) – Minggu ini diakhiri dengan harga kopi  dan gula yang meningkat sedangkan harga kakao turun sendiri masalah cuaca di negara produksi mempengaruhi harga.

Pada penutupan pasar hari Jumat 28 Mei 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 4 1/2 tahun , cuaca kering di Brazil dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 2 1/2 tahun, harga gula naik ke harga tertinggi 2 minggu dan harga kakao turun ke harga teendah 3 minggu.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik tinggi, harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 4 1/2 tahun dan harga kopi Robusta ke harga tertinggi 2 1/2 tahun Harga kopi meningkat karena kekhawatiran setelah the National Weather System (NWS) melaporkan bahwa di Brazil, daerah Minas Gerais, Goias, Mato Grasso do Sul, Sao Paulo, dan Parana kekurangan air karena di Brazil curah hujan akan sedikit dari Juni sampai Agustus

Harga gula naik pada hari Jumat ke harga tertinggi 2 minggu karena cuaca kering di Brazil. Menurut The National Weather System (NWS ) pada hari Jumat menyatakan bahwa keadaan di Brazil kekurangan air karena curah hujan akan sedikit dari Juni sampai Agustus.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat mixed konsolidasi dari harga terendah 3 minggu karena melimpahnya persediaan kakao di Ivory Coast. Pemerintah Ivory Coast mengatakan bahwa akumulasi pengiriman petani kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 23 Mei naik 8.6% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York naik $7.00 (4.51%) menjadi $162.35 dan harga kopi Robusta Juli di ICE London naik 4.35%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 169.633 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 166.629 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 3.286 juta kantong dari surplus 4.631 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020 naik 10% dari tahun lalu menjadi 40.4 juta kantong menurut Cecafe.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
  • Perkiraan produksi kopi di Colombia stabil pada tahun 2021 sebesar 14 juta kantong menurut the Colombian Federation of Coffee Growers.
  • Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 3.5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – April 2021 turun 17.6% dari tahun lalu menjadi 563,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS turun 11.6% dari tahun lalu menjadi 5.62 juta kantong dari 5.67 juta kantong tahun lalu menurut Laporan dari the Green Coffee Association (GCA) pada hari Senin 17 Mei
    Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $153 dan berikut ke $146 sedangkan resistant pertama di $ 163 dan berikut ke $ 169.

GULA
Harga gula Juli di ICE New York naik 24 sen (1.40%) menjadi $17.36 dan harga gula putih Agustus di ICE London naik 0.46%

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 4.8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu 38.9 MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Mei akan meningkat 14% dari tahun lalu menjadi 30.36 MMT dari 26.53 MMT di tahun lalu menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association.
  • Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa
  • Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.50 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.40 dan berikut ke $17.80

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York pada hari Jumat turun $18 (0.74%) menjadi$2,412 sedangkanharga kakao Juli di ICE London naik 0.25%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4. 843 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,390 dan berikut ke $2,360 sedangkan resistant pertama di $2,470 dan berikut ke $2, 490.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here