Sinergitas Kumham Kalbar bersama Dirjen KI Menggelar Mediasi Dugaan Sengketa KI

0
91

(Vibizmedia -Nasional) Pontianak – Kanwil Kemenkumham Kalbar bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual bersinergi untuk melakukan mediasi terkait dugaan sengketa kekayaan intelektual antara Fen Lie Agen selaku pemegang paten (pelapor) dan PT. Metolledo sebagai pihak terlapor. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Rapat Kantor Wilayah, Rabu (02/06).

Dipimpin Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Toman Pasaribu, mediasi ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Hukum Muhayan, Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Devy Wijayanti yang bertindak juga sebagai penyidik PPNS di Kanwil Kemenkumham Kalbar dan Kepala Sub Bagian Humas, RB dan TI Zulzaeni Mansyur. Kemudian dari pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual hadir secara langsung Noprizal selaku Kepala Seksi Penyelesaian Sengketa Alternatif dan Sunarsih selaku Staff Seksi Penyelesaian Sengketa Alternatif.

Toman Pasaribu menjelaskan bahwa mediasi ini adalah untuk mencari jalan tengah terbaik bagi kedua belah pihak. “Kedudukan kami disini adalah sebagai pihak yang netral dan memfasilitasi win-win solution bagi kedua belah pihak. Jadi diharapkan kepada para pelapor dan terlapor dapat menyampaikan harapan dan penjelasan kepada kami secara terbuka,” ujarnya.

Noprizal juga mengatakan hal yang senada bahwa posisi mediator disini akan bersikap sebagai penengah. “Kami tidak akan memihak kepada salah satu pihak, kami akan mendegarkan harapan dari kedua belah pihak sehingga apabila ada ketidaksesuaian harapan maka kami akan menjadi penengah,” jelasnya.

Mediasi diawali dengan mendengar keterangan dari pihak pelapor Fen Lie Agen yang menjelaskan bahwa produk dengan nama “Penyambung Galah Sistem Rotary” sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan nomor sertifikat: IDS000002300 pada tanggal 29 April 2019 diduga digunakan oleh PT. Mettoledo dengan nama produk “Pole Lock”.

Dirinya juga menceritakan uraian kejadian dan upaya yang sudah dilakukan dalam melakukan komunikasi dengan PT. Mettoledo. Sebelumnya pihak pelapor sudah melakukan somasi sebanyak dua kali namun belum menerima jawaban dari pihak terlapor.

Kemudian, Fen Lie Agen melalui mediasi ini berharap ada kerugian materil dan immateril yang dibayarkan oleh pihak terlapor.

Sesi selanjutnya adalah penjelasan yang diwakili oleh pegawai pemasaran PT. Mettoledo, Ahyong selaku bagian purchasing.Ia mengatakan bahwa produk yang dijual dengan nama “Pole Lock” tidak di produksi sendiri, melainkan barang tersebut adalah barang yang diimport dari Jsam Agro Trading di Johor, Malaysia.

Mediasi tersebut masih akan dilanjutkan dihari selanjutnya, karena pihak terlapor yang hadir tidak termasuk kepada pemegang kuasa akta perusahaan PT. Mettoledo. (Foto/Nar: Alf)

Sumber : Kanwil Kalbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here