Review Mingguan Harga Kopi, Gula dan Kakao

0
62

(Vibizmedia – Commodity) – Harga kopi, gula kecendrungan harga masih naik karena cuaca kering berlangsung lagi di Brazil diperkirakan dari Juni sampai Agustus, sedangkan harga kakao masih turun karena berlimpahnya persediaan sementara permintaan belum meningkat.

Pada penutupan pasar hari Jumat 4 Juni 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik, menguatnya real Brazil dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 2 1/2 tahun, harga gula naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah dan harga kakao turun di New York dan harga kakao di London naik karena melemahnya kurs GBP/USD

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik tinggi sehingga harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 2 1/2 tahun, setelah the International Coffee Organization (ICO) meningkatkan perkiraan konsumsi global di 2020/21 naik menjadi 167.564 juta kantong dari 166.346 juta kantong.
Pada hari Jumat harga kopi naik karena kurs real Brazil menguat sehingga mencapai kurs tertinggi 5 1/2 bulan.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah yang mencapai harga tertinggi 2 1/2 tahun. Dengan kenaikan harga minyak mentah maka harga etanol, bahan bakar substitusi naik, sehingga petani tebu membuat etanol dan mengurangi produksi gula sehingga persediaan gual menjadi turun.
The International Sugar Organization mengumumkan perkiraan defisit gula global di 2021/22 menjadi 2.7 MMT naik dari defisit 3.1 MMT pada 2020/21.
Pada hari Jumat harga gula di Brazil naik karena kurs real Brazil menguat sehingga mencapai kurs tertinggi 5 1/2 bulan.

Harga kakao mixed pada penutupan pasar hari Jumat karena persediaan kakao global melimpah dan permintaan turun. The International Cocoa Organization (ICCO) pada Senin lalu menaikkan perkiraan produksi 2020/21 menjadi 5.02 MMT, naik 6.3% dari tahun lalu. ICCO juga memperkirakan pasar kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 MT naik dari perkiraan Februari 102,000 MT.

Harga kakao di London naik dari harga terendah 4 minggu karena melemahnya kurs GBP/USD ke kurs terendah 2 minggu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :
KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York naik $4.05 (2.57%) menjadi $161.65 dan harga kopi Robusta Juli di ICE London naik 1.45%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.0196 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020 naik 10% dari tahun lalu menjadi 40.4 juta kantong menurut Cecafe.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
  • Perkiraan produksi kopi di Colombia stabil pada tahun 2021 sebesar 14 juta kantong menurut the Colombian Federation of Coffee Growers.
  • Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 3.5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Mei 2021 turun 11.4% dari tahun lalu menjadi 720,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS turun 11.6% dari tahun lalu menjadi 5.62 juta kantong dari 5.67 juta kantong tahun lalu menurut Laporan dari the Green Coffee Association (GCA) pada hari Senin 17 Mei

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $159 dan berikut ke $1 53 sedangkan resistant pertama di $ 166 dan berikut ke $ 172.

GULA
Harga gula Juli di ICE New York naik 28 sen (1.61%) menjadi $17.71 dan harga gula putih Agustus di ICE London naik 1.50%

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 2.7 MMT dari defisit 3.1 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu 38.9 MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India dari 1 Oktober – 31 Mei akan meningkat 13% dari tahun lalu menjadi 30.57 MMT dari 27.01 MMT di tahun lalu menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
  • Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.40 dan berikut ke $16.90 sedangkan resistant pertama di $18.20 dan berikut ke $18.80

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York turun $6 (0.25%) menjadi $2,409 per ton dan harga kakao Juli di ICE London naik 0.12%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,390 dan berikut ke $2,360 sedangkan resistant pertama di $2,470 dan berikut ke $2, 490.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here