Buka Pelatihan Menjahit, Kadivpas : LPP Harus Punya Produk Unggulan Tingkat Nasional

0
42

(Vibizmedia -Nasional) Kuburaya – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, membuka kegiatan Pembinaan Kemandirian Pelatihan Menjahit, bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, Rabu (09/06). Bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan Menjahit Cahyani, kegiatan pelatihan menjahit bagi WBP ini akan berlangsung selama 48 hari dan akan diberikan sertiifkat setelah kegiatan berakhir.

Menurut Kepala Divisi Pemasyarakatan Suprobowati, Pembinaan kemandirian pelatihan menjahit yang dilakukan di Lapas Perempuan ini sesuai target kinerja Pemasyarakatan B06. Unit Pelaksana Teknis (UPT) bisa melakukan kerjasama yang bersertifikat. “Ini langkah bagus dari Lapas Perempuan, karena sudah bekerja sama dengan lembaga kursus dan pelatihan menjahit Cahyani untuk memberikan keterampilan pada WBP, dimana lembaga tersebut punya nilai yang bagus dan dapat mengeluarkan sertifikat untuk WBP,” ujar Suprobowati.

Menurut Suprobowati, pelatihan menjahit bagi WBP ini sangat bagus, karena dalam masa pandemi ini kita harus bisa meningkatkan kapasitas WBP. Dirinya juga berharap Lapas Perempuan Pontianak memiliki produk unggulan karya WBP dan Setelah bebas dari Lapas Perempuan, keterampilan menjahit yang dimilki bisa dilakukan dirumah atau tempat dimana dia berada, sehingga dapat menghasilkan penghasilan. Dengan adanya sertifikat dapat membantu mantan WBP mencari kerja.

“Semoga dengan pelatihan menjahit ini bisa memunculkan hasil karya unggulan, sesuai harapan dari revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan. Bahwa semua WBP memiliki skil/keterampilan yang dapat menunjang hidup setelah bebas. Saya berharap dengan kegiatan seperti ini bisa muncul karya WBP yang menjadi produk unggulan tingkat Nasional,” tegas Suprobowati.

Sementara itu menurut Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Pontianak Astuti Setiawati, kegiatan pelatihan menjahit ini akan dilaksanakan selama 48 hari dengan peserta yang sebelumnya telah dilakukan seleksi. “Kegiatan pelatihan menjahit ini akan berlangsung selama 48 hari dan dibagi menjadi 4 sesi teori dan praktek. Sementara peserta dari pelatihan menjahit ini ada 20 WBP,” ucapnya.

Untuk menentukan 20 peserta lanjut Astuti, pihaknya membuat kusioner untuk WBP dengan mengisi data minat dan bakat, kita seleksi ada beberapa WBP yang minat di bidang jahit, perikanan, dan tata boga. Dipilihnya pelatihan menjahit karena dinilai memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya. “Untuk tahun 2021 kita lakukan pelatihan menjahit karna prospek kedepan yang baik, pelatihan ini juga merupakan upaya peningkatan SDM WBP agar punya keterampilan saat mereka bebas nanti. Disinilah tempat mereka untuk berkonsentrasi dalam melaksanakan pelatihan dan belajar, Insyalaah akan bisa meningkatkan skill/keterampilan mereka,” ujar Astuti Setiawati.

Dirinya menambahkan, materi yang akan diberikan diantaranya pembuatan bad cover, spray, gorden dan bordir, karena diminati seluruh lapisan masyarakat, sehingga lebih mudah dalam penjualan produk kedepannya. Harapan juga disampaikan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Jaleha Khairan Noor, dirinya berharap dalam pelatihan menjahit ini WBP menjadi manusia produktif dan Lapas Perempuan dapat membuka konveksi.

“Kami tentunya berharap mereka nanti setelah bebas ada bekal di masyarakata, bisa menjadi contoh, bahwa didalam Lapas tidak hanya menghabiskan waktu semata, tapi juga memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang produktif, dengan pelatihan ini mereka dapat menjadi kebanggaan keluarga, sebelum bebas nanti WBP bisa menabung karena hasil dari penjualan produk hasil karya WBP, akan diberikan upah kepada WBP sebesar 15% dari keuntungan. Semoga setelah kegiatan ini bisa meningkatkat produktifitas dan Lapas Perempuan Pontianak bisa buka konveksi,” pungkas Jaleha.

Setelah membuka kegiatan Suprobowati didampingi Kepala Sub Bidang Bimbingan dan Pengentasan Anak La Ode Muhamad Masrul, Kepala Sub Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan dan Rehabilitasi Zainal Ariefin, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Jaleha Khairan Noor beserta jajaran meninjau fasilitas pembinaan keterampilan yang ada di Lapas Perempuan Pontianak. ( Nar/Fto : Humas Divpas )

Sumber : Humas  Kanwil Kalbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here