Anggrek Bulan, Anggrek Kebanggaan Indonesia

0
151
Anggrek Bulan yang banyak tumbuh di Indonesia (Foto: Vera Herlina/ VM)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Anggrek Bulan (Moon Orchid) yang memiliki nama latin Phalaenopsis amabilis sering juga disebut sebagai Anggrek Ngengat, Tanaman Kupu-Kupu. Anggrek ini adalah keluarga terbesar tanaman berbunga. Banyak yang sebagian besar berasal dari daerah tropis dan sangat laris dimanfaatkan baik sebagai bunga potong maupun sebagai bunga kiriman untuk dukacita maupun untuk momen spesial lainnya. Sayangnya spesies leluhur yang masih liar di hutan sekarang terancam punah karena perusakan habitat, terutama melalui hilangnya hutan primer dataran rendah tropis dan pegunungan.

Anggrek Bulan pertama kali ditemukan di sebuah pulau kecil di lepas pantai timur New Guinea oleh ahli botani lokal Georgius Rumphius Everhardus pada tahun 1653. Saat itu Anggrek Bulan dinamai Angraecum Majus Ablum. Kemudian tahun 1825, Karl Ludwig Blume menemukannya dan memberinya nama seperti yang dikenal sekarang. Anggrek Bulan biasanya ditemukan di wilayah Timur hingga Tenggara Asia. Tumbuhan dalam genus ini biasanya tersebar luas di wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, hingga Australia. Di Indonesia dikategorikan sebagai tumbuhan yang dilindungi sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman ini.

Phalaenopsis Amabilis termasuk dalam anggrek monopodial yang memerlukan hanya sedikit cahaya alami sebagai penunjang hidupnya. Daun berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akarnya berwarna putih dan bentuknya bulat memanjang serta terasa tebal seperti berdaging. Sebagian besar merupakan tumbuhan peneduh epifit.

Di alam liar, Anggrek Bulan biasanya ditemukan di habitatnya yaitu di bawah kanopi hutan dataran rendah yang lembab dan lembab, terlindung dari sinar matahari langsung, tetapi sama-sama di lingkungan yang kering atau dingin musiman. Spesies Anggrek Bulan kini telah dikembangkan menjadi sangat beragam, dari warna aslinya yang hanya putih dan ungu, kini telah menjadi beragam spesies yang indah.

Bunga dari Anggrek Bulan tampak merambat dan berukuran kecil, yang kualitas premium berukuran agak lebih besar. Tingginya mencapai 12-18 inci (30-45 cm). Bunganya bisa tumbuh hingga 10 cm bahkan lebih. Bila membelinya di Pasar Anggrek Ragunan atau Taman Mini di Jakarta Selatan, harganya berkisar antara 100 ribu rupiah hingga 200 ribu rupiah (premium).

Anggrek Bulan dapat juga dipelihara dalam pot dengan kulit pohon cemara sedang dan disimpan di tempat teduh sebagian. Dapat disiram sekitar seminggu sekali, tergantung media tanamnya kering atau lembab. Jagalah agar tanaman cukup lembab tetapi tidak basah.
Keunikan anggrek adalah harus disayang oleh pemiliknya. Jika ia merasa senang, bisa berbunga hingga 3 kali setiap tahun.

Foto: Vera Herlina/ Vibizmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here