Impulsive Buying, Bagaimana Menghindarinya?

0
233
Ilustrasi Impulse Buying (Foto: unsplash)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Adanya pandemi Covid-19 membuat sejumlah masyarakat mencegah penularan virus corona dengan tetap berada di rumah atau menghindari untuk bepergian keluar rumah jika tidak perlu. Namun, hal ini juga bisa menimbulkan fenomena impulsive buying (pembelanjaan impulsif). Ada juga orang yang membeli barang karena ingin tampil keren atau stylish di lingkungannya. Pada akhirnya, kebutuhan gaya hidup bisa membawa kepada perilaku impulsive buying.

Apa itu impulsive buying? dapat diartikan sebagai perilaku yang membelanjakan uang yang dilakukan tanpa perencanaan di awal, bersifat tiba-tiba atau mendadak atau kebetulan. Atau perilaku pembelian yang terjadi ketika adanya dorongan secara tiba-tiba, kuat, dan keinginan membeli sesuatu dengan segera yang diikuti oleh adanya konflik emosional dan cenderung mengabaikan konsekuensi yang diperoleh.

Impulsive buying dapat terjadi ketika seseorang membuka sosmed, melihat suatu produk barang kemudian membeli dari toko online tersebut. Terlebih lagi di masa pandemi ini, banyak berbagai promo di e-commerce yang dapat membuat para konsumennya tertarik untuk membeli. Revolusi 4.0 mendorong teknologi digital semakin disruptif, sehingga mendorong para pemilik suatu usaha menambahkan platform toko online dalam usahanya atau dengan merilis website sendiri, memanfaatkan platform marketplace (shopee, blibli, tokopedia, dan sebagainya) untuk membuka lapak berjualan online. Konsumen pun beralih berbelanja online menggunakan gadgetnya yang mudah dibawa kemanapun. Hal ini juga bisa membuat aktifitas impulsive buying.

Tanda kita melakukan impulsive buying adalah adanya penyesalan setelah membeli suatu produk. Hal-hal yang membuat seseorang bisa melakukan impulsive buying adalah senang atau gemar berbelanja (shopaholic), menginginkan sesuatu yang baru, mudah terpengaruh dengan promo atau diskon, pengetahuan dan perencanaan yang kurang.

Namun jangan kuatir, berikut ini ada tips untuk mencegah terjadinya impulsive buying :

  1. Berani untuk Menolak atau Berkata Tidak.
    Kepribadian yang sulit menolak sesuatu bisa membuat kita menjadi boros dan mulai membeli keperluan yang seharusnya tidak perlu dibeli.
  2. Hindari Mengikuti Akun Online Shop.
    Membiasakan diri untuk menghindari follow akun penjual yang ada di sosmed. Karena saat kita membuka medsos maka akun tersebut dapat menarik minat kita untuk membeli.
  3. Jangan Gunakan Kartu Kredit.
    Hal ini bisa membuat kita kebablasan berbelanja sehingga tagihan bisa membengkak di luar kemampuan untuk membayar.
  4. Jangan Belanja untuk Gaya Hidup.
    Pastikan belanja untuk kebutuhan bukan sebagai gaya hidup.
  5. Membuat Estimasi Budget Keuangan /Membuat Anggaran Belanja.
    Mengalokasikan uang untuk yang benar -benar penting dan perlu yang harus segera dibayarkan, contohnya cicilan kredit, uang sekolah, tagihan air dan listrik.
  6. Membuat Daftar Belanja.
    Membuat kita menjadi lebih teratur untuk membeli suatu produk yang sudah di daftar menjadi terpenting atau prioritas.
  7. Pertimbangkan dengan Matang.
    Pikirkan apa manfaat yang akan didapatkan saat membeli suatu produk dan memikirkan hal terburuk yang akan terjadi bila membiasakan diri berperilaku impulsive buying.
  8. Taruh Uang di Tempat Aman.
    Menaruh uang di rekening yang tidak terhubung dengan mobile/SMS/internet banking atau e-wallet, sehingga membuat kita akan sulit mengakses uang tersebut.

Semoga tips ini bermanfaat bagi para pembaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here