Review Mingguan Harga Kopi, Gula dan Kakao

0
91

(Vibizmedia – Commodity) – Harga komoditas kopi, gula dan kakao mengalami penurunan di akhir minggu, pemicunya  produksi yang sudah meningkat belum diikuti dengan kenaikan permintaan yang berimbang sehingga persediaan dari komoditas-komoditas ini masih naik.

Pada penutupan pasar hari Jumat 11 Juni 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun, melemahnya real Brazil dan harga kopi Robusta naik, harga gula turun ke harga terendah 2 1/2 minggu dan harga kakao turun ke harga terendah 1 1/2 bulan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat mixed dengan harga kopi Arabika turun setelah Safras & Mercado mengatakan penjualan kopi di 2021/24 sebesar 43% dari total perkiraan tahunan sampai 8 Juni, naik dari 37% dari tahun lalu dan dari rata-rata 5 tahun 27%. Real Brazil melemah 1.22 % melemah dari kurs tertinggi 6 bulan pada hari Senin. Sedangkan harga kopi Robusta masih naik.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun dimana harga gula di London turun ke harga terendah 2 1/2 minggu, karena Unica melaporkan produksi gula di Brazil pada pertengahan kedua Mei naik menjadi 2.62 MMT diatas perkiraan 2.52 MMT. Real Brazil melemah 1.22% melemah dari kurs tertinggi 6 bulan.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun ke harga terendah 1 1/2 bulan, melimpahnya persediaan kakao global. The International Cocoa Organization (ICCO) menaikan perkiraan produksi global naik 6.3% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :
KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York turun $1.25 (0.79%) menjadi $157.45 dan harga kopi Robusta di ICE London naik 0.44%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.0196 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan turun 18% dari tahun lalu menjadi 28.35 juta kantong menurut Safras & Mercado.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Mei naik 52 % dari tahun lalu menjadi 427,000 kantong akibat pemblokiran jalan.
  • Perkiraan produksi kopi di Colombia stabil pada tahun 2021 sebesar 14 juta kantong menurut the Colombian Federation of Coffee Growers.
  • Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 3.5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Mei 2021 turun 12% dari tahun lalu menjadi 715,263 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $155 dan berikut ke $150 sedangkan resistant pertama di $ 163 dan berikut ke $ 169.

GULA
Harga gula Juli di ICE New York turun 12 sen (0.68%) menjadi $17.54 dan harga gula putih Agustus di ICE Londont turun 0.75%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( Oktober/ September) akan turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 169.2 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 3,1 MMT dari surplus 900,000 di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu 38.9 MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India dari 1 Oktober – 31 Mei akan meningkat 13% dari tahun lalu menjadi 30.57 MMT dari 27.01 MMT di tahun lalu menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA).
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
  • Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.30 dan berikut ke $16.70 sedangkan resistant pertama di $17.90 dan berikut ke $18.50

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York turun $33 (1.38 %) menjadi $2,350 per ton dan harga kakao Juli di ICE London turun 0.25%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,320 dan berikut ke $2,280 sedangkan resistant pertama di $2,420 dan berikut ke $2, 440.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here