Inilah Sejumlah Capaian Strategis Sektor Hulu Migas

0
103
Ilustrasi Blok Migas di Indonesia Timur (Foto: Kementerian ESDM)

(Vibizmedia – Economy & Business) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, memberikan keterangan tertulis dalam acara Oil and Gas Investment Day yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Disampaikan bahwa Pemerintah berhasil meraih sejumlah capaian strategis di sektor hulu minyak dan gas (migas), seperti persetujuan usulan insentif fiskal yang diajukan oleh operator Blok Mahakam, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dan kerja sama eksplorasi dengan perusahaan asing.

Capaian pertama ini mendukung target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari, dan gas bumi sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

Pemerintah menyetujui proposal insentif fiskal yang diajukan oleh operator Blok Mahakam, yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam. Ini adalah paket insentif pertama yang diberikan kepada blok Indonesia dalam tahap produksi. Dengan disetujuinya paket insentif tersebut, PHM dapat mengerjakan proyek pengembangan yang tertunda, memaksimalkan pemulihan sumber daya, dan menjamin kelangsungan bisnis dan operasi Blok Mahakam hingga akhir kontrak pada 2037.

Menurut Menteri ESDM, paket insentif Mahakam diberikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2017, dan terdiri dari relaksasi First Tranche Petroleum (FTP), pemberian kredit investasi, percepatan depresiasi, fasilitas PPN yang tidak ditagih dan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk kegiatan bawah permukaan serta pembebasan biaya sewa penggunaan Barang Milik Negara (BMN).

Capaian kedua, adalah disetujuinya rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) dengan skema gross split dalam pengembangan Coal Bed Methane (CBM/gas alam dari batubara) di Blok Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Rencana pengembangan lapangan tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produksi gas nasional pada 2023, dengan tingkat produksi puncak dari Lapangan A dan B Tanjung Enim sebesar 25,74 MMSCFD serta meningkatkan penerimaan negara dari bagi hasil dan pajak yang diperkirakan sebesar 150 juta dolar AS.

“Pengembangan Blok Tanjung Enim jadi pengembangan CBM pertama di Indonesia dan diharapkan bisa memacu pengembangan wilayah kerja CBM lainnya serta bisa menciptakan dampak ganda di tingkat lokal, nasional dan regional,” kata Menteri ESDM.

Capaian ketiga, yakni kerja sama eksplorasi hulu migas antara ENI Indonesia dan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas. Dalam beberapa tahun terakhir, ENI menorehkan sejumlah keberhasilan eksplorasi dengan penemuan volume hidrokarbon yang signifikan karena pendekatan inovatifnya untuk eksplorasi melalui teknologi mutakhir.

Sedangkan capaian keempat, yaitu ditandatanganinya enam nota kesepahaman (MoU) di bidang hulu migas, antara lain:

  1. Penandatanganan MoU antara Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) dengan PT Pupuk Indonesia untuk pengembangan Proyek Amoniak-Urea dan Metanol di Bintuni, Papua Barat.
  2. Penandatanganan MOU antara PetroChina International Jabung Ltd (PIJL) dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk pengembangan Proyek Pusri-3B.
  3. Penandatanganan MoU antara PIJL dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk operasi Steam Flood di Blok Rokan.
  4. Penandatanganan MOU antara Repsol Sakakemang B.V dengan PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
  5. Penandatanganan MOU antara Kangean Energy Indonesia (KEI) dan PT Petrokimia Gresik (PKG).
  6. Joint Study Agreement (JSA) kerjasama eksplorasi antara Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Posco International Corporation berdasarkan hasil eksplorasi Firmed Commitments oleh PHE Jambi Merang.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here