Tantangan Indonesia Maju

0
114
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung perkembangan pembangunan konstruksi salah satu proyek strategis nasional, kereta cepat Jakarta-Bandung, pada Selasa, 18 Mei 2021. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Kolom) Pandemi COVID-19 telah mendorong Indonesia ke persimpangan jalan yang tidak terduga, dan keputusan yang diambil hari ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa di tahun-tahun mendatang. Memasuki tahun 2020, Indonesia berusaha mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkisar sekitar 5 persen per tahun, namun pandemi menghapus momentum ini.

Analisis McKinsey menunjukkan bahwa, dengan upaya yang terfokus, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam satu dekade pemulihan dari pandemi. Analis-analis lain juga melihat benih-benih potensi Indonesia yang sangat besar.

Sementara potensi Indonesia tetap ada, para pemimpin harus bekerja keras untuk mencapai aspirasi ini begitu pemulihan dimulai. Tantangan terbesar Indonesia adalah bagaimana koordinasi yang diperlukan di berbagai pemangku kepentingan dengan berbagai kemampuan dan tujuan yang sering bertentangan. Indonesia juga harus melakukan terobosan dalam eksekusi untuk mencapai tujuannya.

Melihat Masa Depan

Di bawah ini adalah beberapa elemen kunci yang perlu dipertimbangkan saat Indonesia berusaha menerobos eksekusi.

Memastikan transparansi. Transparansi memainkan peran penting dalam menilai apakah inisiatif memberikan nilai. Indonesia dapat mengidentifikasi sepuluh metrik teratas—baik indikator utama maupun indikator tambahan—untuk melacak kemajuan upayanya. Metrik potensial dapat berkisar dari indikator makro seperti biaya logistik sebagai persentase dari PDB; dan indikator tingkat perusahaan seperti adopsi Industri 4.0 dalam skala besar; hingga indikator mikro yang memungkinkan efek ekosistem yang lebih luas, seperti kepemilikan smartphone oleh petani. Secara kritis, metrik ini harus objektif, dibahas secara teratur sebagai umpan balik untuk menyesuaikan inisiatif lebih lanjut, dan digunakan untuk menghasilkan wawasan yang akan berguna dalam upaya di masa depan.

Pendekatan terobosan untuk pengiriman bersama. Pendekatan integratif akan mendorong keberhasilan dalam inisiatif yang mencakup banyak organisasi, memperkuat kepemimpinan, koordinasi, dan dukungan lain yang memudahkan pelaksanaan inisiatif ini. Secara global, kita melihat contoh bagaimana pemerintah mendorong upaya bersama melalui unit terpusat. Misalnya, Unit Pengiriman Perdana Menteri Inggris dan Unit Manajemen Kinerja dan Pengiriman Malaysia bertujuan untuk menggunakan pendekatan terpadu untuk melacak prioritas terhadap indikator kinerja utama. Penting untuk dicatat bahwa, selain pemantauan, unit-unit ini bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, misalnya, lembaga atau badan usaha milik negara, untuk memberikan hasil, dan juga untuk memecahkan tantangan lintas-lembaga atau lintas-perusahaan.

Membangun Indonesia menjadi pemimpin masa depan. Penelitian yang dilakukan oleh McKinsey pada tahun 2017 menunjukkan bahwa hanya sekitar 5 persen pekerjaan di sebuah organisasi yang menciptakan 95 persen dampak. Penting untuk memastikan bahwa peran penting di Indonesia diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, keterampilan kepemimpinan, dan pola pikir yang tepat. Mengingat pergeseran pekerjaan di masa depan, beberapa keterampilan dasar—di luar keterampilan digital—akan menjadi lebih penting dari waktu ke waktu, misalnya, keterampilan pemecahan masalah intrinsik dan kemampuan untuk mengelola pemangku kepentingan dan mengembangkan orang. Penting bagi entitas sektor publik dan swasta untuk menemukan cara berinvestasi dalam membangun jalur kepemimpinan dengan keterampilan ini. Peluang berlimpah untuk membuka nilai menyediakan platform untuk mengembangkan pemimpin masa depan, tetapi itu akan membutuhkan perusahaan dan entitas sektor publik untuk lebih bijaksana di bangku bakat mereka.

Membuka kemitraan publik-swasta untuk memberikan nilai sosial dan ekonomi bersama. Investasi dan partisipasi sektor swasta akan sangat penting untuk keberhasilan. Indonesia harus berusaha keras untuk menciptakan iklim yang menguntungkan bagi investor yang tertarik untuk menyampaikan inisiatif ini, terutama mereka yang melihat baik pencapaian jangka pendek maupun hasil jangka panjang. Penting juga untuk menciptakan transparansi dengan memastikan dialog dua arah yang berkelanjutan antara pejabat Indonesia dan calon investor di sektor prioritas untuk memahami tantangan mereka—misalnya, faktor sosial, kesehatan, atau politik, serta tarif dan kebijakan lainnya. Dialog harus menginformasikan upaya untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan.

Sementara prioritas utama bagi Indonesia adalah memitigasi dampak virus, Indonesia dapat bangkit dari krisis dengan lebih kuat jika, pada saat yang sama, para pemimpin Indonesia membuat strategi untuk mengubah ekonomi untuk berinovasi dan membangun ketahanan pada saat yang sama. Ini juga merupakan peluang untuk melakukan terobosan eksekusi, karena kemampuan menyampaikan akan menjadi penentu kemampuan Indonesia untuk membuka momentum baru untuk pertumbuhan yang luar biasa.

Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas

Tidak pernah habis saat kita membicarakan bagaimana Indonesia akan mencapai impian menjadi negara maju. Indonesia maju memang membutuhkan pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak akan berarti bila tidak ada pertumbuhan produktivitas. Indonesia akan tetap ada dalam tingkat kesejahteraan yang stagnant bila hal itu terjadi. Produktivitas nasional dipengaruhi oleh tiga hal yang kuat yaitu Human Capital, Social Capital & Institution.

Human Capital oleh beberapa ahli diukur dengan Human Capital Index (HCI). HCI memberikan definisi baru tentang Human Capital dan mengukur kontribusi kesehatan dan pendidikan terhadap produktivitas pekerja generasi berikutnya. Negara dapat menggunakannya untuk menilai berapa banyak pendapatan yang mereka peroleh karena kesenjangan HC, dan seberapa cepat mereka dapat mengubah kerugian ini menjadi keuntungan jika mereka bertindak sekarang.

Social Capital adalah network masyarakat, kerjasama, sejauh mana kolaborasi yang kuat yang terjadi. Social Capital adalah berfungsinya kelompok sosial secara efektif melalui hubungan interpersonal, rasa identitas bersama, pemahaman bersama, norma bersama, nilai bersama, kepercayaan, kerja sama, dan timbal balik.

Indonesia memiliki modal sosial yang tinggi karena semboyan Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda tetapi satu dan memiliki nilai gotong royong yang ada pada masyarakat. Gotong royong merupakan kekuatan yang sudah terbukti membuat Indonesia dapat melalui masa-masa sulit dengan baik. Indonesia perlu untuk menjaga semangat kesatuan dan persatuan ini agar berhasil mencapai tujuan nya sebagai Indonesia Maju.

Semangat masyarakat, dan kerjasama harus disertai dengan institusi yang memayungi perubahan. Institusi mempengaruhi reformasi, bila seperti Indonesia dengan sistem presidential dengan multi partai saat ini memang tidak mudah untuk bergerak cepat,   melakukan perubahan bukan hal yang mudah karena harus mengakomodir semua pihak. Namun bisa diatasi dengan pendekatan agile government dimana pemerintahan bergerak dengan prinsip not agree on rule but agree on principal. Pemerintah sekarang sudah melakukan pendekatan ini yang tertuang pada UU cipta kerja, membuat pergerakan yang cepat untuk sebuah pembangunan.

Tiga hal utama ini: Human Capital, Social Capital & Institution, perlu berjalan dalam pengawasan bersama untuk mencapai Indonesia maju. Indonesia memiliki kelebihan atas tiga hal ini. Banyak  tantangan yang dihadapi, namun Indonesia telah melalui segala tantangan dengan kemenangan. Salam Indonesia Maju!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here